oleh

Putrinya Dicabuli Dukun, Anak Lakinya Diadili karena Menganiaya

POSKOTA.CO – Sebuah cobaan besar dialami sepasang suami istri (Pasutri) di Cibungbulan, Kabupaten Bogor.

Saat anak perempuannya di gauli seorang dukun, anak laki-lakinya malah di tangkap polisi, dengan tuduhan penganiayaan.

Keluarga pasutri ini membawa kasus ini ke proses hukum. Namun mereka belum mendapat kejelasan atas laporan mereka.

HH (42) ayah korban bercerita, prahara yang menimpa kedua anaknya bermula saat NHF (15) anak perempuannya yang masih berstatus pelajar, menderita sakit.

Mereka lalu menceritakan sakit anaknya ke seorang dukun kampung yang dikenal baik. Namun sang dukun yang diketahui berinisial HD meminta, agar NHF datang sendiri ke rumahnya di Cibungbulan, Kabupaten Bogor.

Saat korban tiba, pelaku dukun ini melakukan pencabulan. Usai melampiaskan hasratnya, korban di suruh pulang disertai ancaman, agar tidak bercerita kepada keluarganya.

Akan tetapi ancaman pelaku tidak di gubris korban. Sesampainya di rumah, NHF lalu menceritakan peristiwa yang di alaminya.

HH, ayah korban marah. Keluarga meminta pelaku menjelaskan perbuatannya. Akan tetapi anak laki-laki HH yang merupakan kakak korban yang emosi, lalu memukul dukun cabul ini.

Tak terima di aniaya, HD, sang dukun lalu melapor ke polisi. Kakak laki-laki korban ditangkap dan kini menjalani persidangan.

Dari informasi yang didapat, kejadian ini berlangsung 29 Oktober 2020. Keluarga korban membuat laporan pencabulan. Dibagian lain, HD, sang dukun juga membuat laporan pemukulan.

Namun laporan HD yang di proses hingga penangkapan dan sekarang masuk ke persidangan di PN Cibinong.

Sedangkan HD yang dilaporkan kasus pencabulan dengan laporan Polisi pada tanggal 30 Oktober 2020 di Unit PPA Sat Reskrim Polres Bogor dengan Nomor: LP/B/542/X/2020/JBR/ RES BGR, perihal tindak pidana persetubuhan dan atau perbuatan cabul dengan anak dibawah umur, hingga kini masih bebas.

“Sekarang anak laki-laki saya saya menjadi terdakwa dalam kasus penganiayaan,” kata HH, ayah korban kepada wartawan.

Ayah korban menyatakan, NHF, anak gadisnya tiba dirumah pelaku sekitar pukul 19.00 Wib. Namun bukannya menjalani pengobatan, malah korban dipaksa untuk melayani nafsu bejat pelaku.

“Kami keluarga berharap bisa ada keadilan yang kami dapat. Polres Bogor, tolong  tindak lanjuti laporan pencabulan yang kami buat. Anak perempuan kami masih pelajar. Kasian pak masa depannya,” pinta HH sambil menambahkan, beberapa hari lalu, pihak keluarga mendatangi Polres Bogor untuk menanyakan perkembangan laporan mereka,  tetapi tidak ada kejelasannya.

Kapolres Bogor, AKBP Harun yang di konfirmasi terkait kasus ini mengatakan, akan mengecek lebih dulu. (yopi/bw)

 

 64 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *