oleh

PTMT di Kota Depok Dilaksanakan Mulai 4 Oktober sampai 23 Desember 2021 Jumlah Siswa Dibatasi

POSKOTA. CO – Kegiatan belajar dan mengajar mulai tingkat PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK di Kota Depok tetap di lakukan dengan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) mulai 4 Oktober hingga 24 Desember 2021 setelah hampir dua tahun kegiatan belajar maupun mengajar melalui on line atau dalam jaringan (daring) maupun virtual.

“Walaupun kegiatan PTMT dilakukan di 1.200 sekolah baik tingkat PAUD, SD, SMP, SMA maupun SMK di Kota Depok sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal) Depok Nomor: 66 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Masa Pandemi COVID-19 tetap harus mengikuti protokol kesehatan dan jumlah siswa harus dibatasi, ” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok Wijayanto didampingi Kepala Diskominfo Depok, Manto, Sabtu (24/10).

Perwal yang dikeluarkan pada 20 September ini mengatur sejumlah hal terkait pelaksanaan PTMT. Antara lain jumlah siswa untuk PAUD sebanyak 10 siswa sedangkan SD hingga SMA paling banyak 20 siswa per kelas dan pelaksanaan PTMT pada masa transisi hanya diperkenankan dua hari dengan durasi 120 menit termasuk siswa diharuskan memakai dua lapis masker saat mengikuti kegiatan belajar maupun mengajar.

Selama masa transisi, kantin sekolah tidak diperbolehkan beroperasi, namun pada masa kebiasaan baru kantin sekolah dapat beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, pihak Disdik Kota Depok sebelum melaksanakan PTMT juga telah melakukan simulasi kegiatan tersebut yang dilaksanakan 28-29 September tersebut setidaknya melibatkan satu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dua Taman Kanak-Kanak (TK), empat Sekolah Dasar (SD), serta enam Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Menurut dia, kegiatan yang dilaksanakan bukan hanya dua hari bahkan seminggu tersebut dipantau langsung seluruh stakeholder yang ada di bawah pemantaun Pemkot Depok. Antara lain di SDN Curug 2, SDN Curug 3, dan SDN Curug 4 yang telah siap dengan ruang isolasi sebagai salah satu syarat sekolah melakukan PTMT.

Bahkan, imbuh dia, selain ruangan isolasi disiapkan seluruh siswa juga dilakukan pengecekan, suhu tubuhnya di atas 37.5 derajat celcius.

Tidak itu saja, tambah dia, pihak Pemkot Depok melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok juga mengeluarkan panduan siswa untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat pelaksanaan PTMT seperti sebelum berangkat sekolah, saat melaksanakan aktivitas di sekolah, serta setelah pulang sekolah.

Utamanya adalah setiap siswa sebelum berangkat ke sekolah harus memastikan dirinya sehat, membawa hand sanitizer, membawa minuman dari rumah, membawa perlengkapan pribadi, memastikan menggunakan masker dan membawa cadangan masker, serta sarapan dan mengonsumsi gizi seimbang.

Selanjutnya, untuk aktivitas di sekolah, sebelum masuk gerbang, pengantaran hanya dilakukan sampai di lokasi yang ditentukan. Kemudian, selama kegiatan belajar mengajar, tetap memakai masker dan menjaga jarak minimal 1,5 meter. Siswa juga diwajibkan menggunakan alat belajar, alat musik, alat ibadah, alat makan dan minum pribadi serta dilarang meminjam peralatan belajar.

Setelah kegiatan belajar siswa tetap memakai masker dan melakukan CTPS sebelum meninggalkan kelas, keluar kelas dengan berbaris sambil menerapkan jaga jarak. Untuk penjemputan, siswa menunggu di lokasi yang ditentukan dan melakukan jaga jarak. “Termasuk sesampainya dirumah harus mandi dan mengganti pakaian untuk mencegah terjadinya klaster Covid-19,” ujarnya termasuk melakukan Swab Antigen di sekolah yang menggelar PTMT secara acak, selama dua minggu sekali.

Pemkot Depok, tuturnya tidak akan segan segan melakukan penutupan atau penghentian secara total atau parsial bila pihak sekolah melanggar protokol kesehatan yang telah ditentukan. (anton)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *