oleh

Prakiraan BMKG Ada Potensi Perubahan Pola Cuaca di Wilayah Bogor Seiring Munculnya El Nino Pertengahan 2026

BOGOR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan adanya potensi perubahan pola cuaca di wilayah Bogor seiring kemungkinan munculnya fenomena El Niño pada pertengahan tahun 2026.

Meski belum menunjukkan tanda-tanda ekstrem, fenomena ini tetap berpotensi memengaruhi kondisi atmosfer secara bertahap.

Berdasarkan analisis terbaru BMKG, kondisi iklim global saat ini masih berada dalam fase netral. Namun, terdapat kecenderungan munculnya El Niño dengan intensitas lemah hingga sedang sekitar bulan Juni 2026.

Prakirawan BMKG Jawa Barat Wilayah Bogor, Intan Sakti Auladiah, menjelaskan wilayah Bogor memiliki karakteristik iklim berbeda dibanding daerah lain.

Bogor termasuk wilayah dengan tipe satu musim yang tidak memiliki perbedaan tegas antara musim hujan dan kemarau.

“Wilayah Bogor termasuk tipe satu musim, sehingga sepanjang tahun masih berpotensi terjadi hujan. Secara klimatologis, perbedaan musim tidak terlalu jelas,” katanya Kamis, (23/4/2026).

Menurut Intan Sakti, fenomena ini terjadi akibat pemanasan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur yang berdampak pada perubahan sirkulasi atmosfer global.

Kehadiran El Niño umumnya berkaitan dengan penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Di Bogor, dampaknya diperkirakan meliputi, penurunan intensitas hujan, meskipun hujan tetap berpotensi terjadi, peningkatan suhu udara, terutama pada siang hari, kondisi udara lebih kering, yang dapat meningkatkan risiko kebakaran lahan.

Namun demikian, karakter iklim Bogor yang cenderung lembap sepanjang tahun membuat dampak tersebut tidak selalu terasa ekstrem.

Secara klimatologis, Bogor dikenal sebagai wilayah dengan tipe hujan tinggi sepanjang tahun. Hal ini menyebabkan perbedaan antara musim hujan dan kemarau tidak terlalu kontras.

Dengan kondisi tersebut, meskipun El Niño terjadi, wilayah ini masih memiliki peluang mengalami hujan secara berkala.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap mengikuti informasi resmi terkait perkembangan cuaca dan iklim.

Edukasi yang tepat dinilai penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh istilah atau informasi yang tidak memiliki dasar ilmiah.

Potensi El Niño pada pertengahan 2026 diperkirakan berada pada kategori lemah hingga sedang.

Dampaknya terhadap cuaca di Bogor lebih bersifat moderat, seperti penurunan curah hujan dan peningkatan suhu.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada tanpa perlu merasa khawatir berlebihan, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG guna mengantisipasi perubahan cuaca. (yopy/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *