oleh

Polsek Cilincing Bersama Tiga Pilar Menyisir Wilayah Kampung Rawa Malang

POSKOTA.CO – Kepolisian Sektor (Polsek) Cilincing mengadakan apel gabungan tiga pilar di halaman Kompleks Rawa Malang, Cilincing, Jakarta Utara, yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Cilincing Kompol Haris Akhmad Basuki didampingi Kanit Reskrim Cilincing AKP Alex Chandra bersama TNI dan Satpol PP, Senin (26/9/2022) malam.

Kapolsek Cilincing Kompol Haris Akhmad Basuki bersama jajaran TNI dan Satpol PP mengecek situasi Kompleks Rawa Malang. Semua kafe yang ada di wilayah Rawa Malang tutup dalam menciptakan kondisi kamtibmas, tujuannya agar di wilayah hukumnya aman dan terkendali.

Kompol Haris Akhmad Basuki memberikan imbauan kepada pengurus wilayah setempat agar menjaga ketertiban dan keamanan yang kondusif terutama pencegahan kriminalitas. “Giat ini dilakukan ke semua wilayah Cilincing untuk menciptakan situasi aman dan kondusif, karena ada laporan warga, jadi kami harus tindak lanjuti. Untuk giat patroli ini sudah dijalankan sebelumnya karena giat rutinitas di Polsek Cilincing,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Cillincing AKP Alex Chandra menjelaskan, akan melakukan penutupan, dan akan dipantau secara rutin bersama Kapolsek dan tiga pilar. “Kalau masih buka akan dilakukan tindakan tegas. Jadi di sana itu modelnya kafe, jadi kalau ada prostitusi harus kita buktikan terlebih dahulu, baru kita akan melakukan tindakan,” ucapnya.

Alex menambahkan, sudah diturunkan anggota beserta tim untuk melakukan tangkap tangan, kalau itu terbukti akan kita proses lebih lanjut. “Jadi yang diketahui itu baru hanya kafe remang-remang saja. Kafe remang-remang tersebut sudah cukup lama diketahui, jadi kalau setiap malam itu kita berikan imbauan-imbauan agar tidak terjadi hal yang mengganggu ketertiban masyarakat,” jelasnya.

36 Kafe Dirazia
Sementara itu, sebanyak 36 kafe remang-remang di kawasan samping jembatan dan lokalisasi Rawa Malang, RW 09 Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakut, dirazia.

Namun, kafe remang-remang tersebut kondisinya sudah dikosongkan oleh pemilik dan pekerjanya. Di lokasi yang biasanya aktivitas mencolok seperti suara musik yang sangat keras dan wanita-wanita penghibur yang mangkal, namun saat itu sudah sepi.

Kepala Satpol PP Jakarta Utara Yusuf Madjid mengatakan, razia ini digelar pasca terjadinya peristiwa menyayat hati publik di mana seorang anak yatim piatu berinisial P (13) harus kehilangan kesuciannya usai diperkosa oleh empat teman sebayanya.

“Adanya peristiwa pemerkosaan terjadi di hutan kota yang berada di belakang kawasan prostitusi ini pada 1 September lalu. Tempat-tempat usaha ini kebanyakan hiburan terus kemudian dijadikan tempat yang isinya diduga ada perbuatan asusila dan sebagainya,” kata Yusuf.

Menurutnya, dampak peristiwa itulah kemudian muncul beberapa waktu lalu ada aktivitas yang tidak sepantasnya dilakukan, lalu dianggap area ini menjadi penyebab. Maka dari itu pihaknya mengambil tindakan tegas.

“Ada 36 kafe remang-remang yang menjadi sasaran petugas dalam razia malam ini. Namun, ketika disisir petugas, masing-masing kafe sudah dikosongkan pemiliknya dengan kondisi lampu mati semua,” imbuhnya.

Ditambahkan Yuma, tidak adanya aktivitas di lokalisasi Rawamalang juga menyusul imbauan yang dilakukan polisi pada siang tadi. “Siangnya, pihak Polsek Cilincing sudah melakukan operasi cipta kondisi berupa pemberitahuan kepada warga sebelumnya bahwa akan ada penertiban yang dilakukan di tempat ini,” terangnya. (*/aji/wnd)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *