oleh

Musim Kemarau Identik dengan Kebakaran, Pengamanan TPST Bantargebang Makin Diperketat Dinas LH DKI

JAKARTA – Menghadapi musim kemarau ditambah fenomena El Nino yang mendorong pada kekeringan dan rawan kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menyiapkan sarana pemadaman dan posko siaga 24 jam khusus di TPST Bantargebang Bekasi. Pengamanan makin diperketat seperti larangan keras merokok, bakar sampah, dan lainnya.

Sarana dan prasarana pemadaman dilengkapi pompa air, selang, Alat Pemadam Api Ringan (APAR), kolam penampungan air, tangki air, mobil pemadam kebakaran, mobil tangki air, serta mobil spray steam. Intinya semua upaya tersebut untuk meminimalisir terjadi kebakaran di lahan penampungan sampah seluas 110 hektar.

Kepala Dinas LH DKI Jakarta, Dudi Gardesi mengatakan, keberadaan sarana pemadaman dan posko tersebut untuk mendukung penanganan awal apabila ditemukan titik api. “Penyemprotan dan penyiraman air pada zona landfill juga dilakukan secara berkala sebagai bagian dari pengendalian risiko selama musim kemarau,” kata Dudi, Rabu (8/7).

Dudi menjelaskan, Dinas LH turut berkoordinasi dengan PT NOEI selaku pengelola power house yang memanfaatkan gas metana di TPST Bantargebang untuk memastikan pemeriksaan, perbaikan, dan pemeliharaan jaringan pipa gas metana berjalan baik. “Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari mitigasi teknis terhadap fasilitas pendukung di kawasan TPST Bantargebang,” ucapnya.

Dudi mengatakan, kesiapsiagaan juga diperkuat melalui pengoperasian Posko Siaga Bencana yang berjalan selama 24 jam secara bergiliran. Posko dilengkapi mobil pemadam kebakaran sekaligus untuk menyiram air. Penugasan petugas piket ditetapkan melalui Surat Tugas Piket Siaga Bencana guna memastikan pemantauan lapangan, kesiapan personel, serta ketersediaan sarana mitigasi dapat berjalan rutin dan berkelanjutan.

Seluruh alat berat, seperti excavator dan bulldozer, juga dipastikan dalam kondisi prima dan siaga selama 24 jam. “Alat berat tersebut dibutuhkan untuk mendukung proses lokalisasi area, membuka akses penanganan, dan membantu pengendalian apabila terjadi kebakaran di kawasan landfill,” tandas Dudi. Petugas juga mengerahkan truk Water Mist yang rutin menyemprotkan air untuk menurunkan suhu udara yang panas.

Ia menegaskan Unit UPST memastikan personel, alat berat, dan sarana pendukung berada dalam kondisi siap. “Dalam penanganan potensi kebakaran di area landfill, kecepatan deteksi dan kemampuan melokalisasi area menjadi sangat penting agar situasi tidak meluas,” tutur Dudi.

Dinas LH juga memastikan kesiapan aspek sumber air seperti tandon air, kolam penampungan, serta dukungan armada tangki tetap disiapkan. “Saat ini, TPST Bantargebang memiliki titik hidran yang berada di area PLTSa Merah Putih dan RDF Bantargebang. Ketersediaan air pendukung terus diperkuat melalui koordinasi dan penyiapan sarana tambahan di lapangan,” tandasnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *