oleh

Komisi V DPR RI Bakal Tinjau Pembangunan Jalur Puncak II Bogor

POSKOTA. CO – Demi terealisasinya pembangunan jalur Poros Tengah Timur (PTT)  atau yang lebih dikenal dengan jalur Puncak II, Bupati Bogor terus masif meyakinkan pengambil kebijakan ditingkat pusat.

Selain pemerintah pusat lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-PR), Bupati Bogor, Ade Yasin juga melobi Komisi V DPR RI. Sesuai jadwal,  para wakil rakyat di senayan ini akan meninjau lokasi Jalan Puncak II, besok Kamis (18/3/2021).

Dengan meninjau langsung lokasi, maka akan mempermudah proses persetujuan anggaran untuk pekerjaan jalur PTT senilai Rp1,7 triliun.

Dalam pelaksanaan pekerjaan jalur PTT yang membentang sejauh 52,2 Km ini, Pemkab Bogor akan mengerjakan 17,8 Km.  Sementara sisanya dikerjakan Pemkab Cianjur sesuai dengan batas proyek yang berakhir di Cipanas.

Pekerja di lokasi pembangunan jalur Poros Tengah Timur (PTT)  atau yang lebih dikenal dengan jalur Puncak II, Bogor.

Bupati Ade Yasin berharap, dengan dengan kedatangan Komisi V DPR RI dan KemenPU-PR maka terjadi percepatan pembangunan Jalan Puncak II.

Dalam peninjauan 13 anggota Komisi V DPR RI dan pejabat KemenPU-PR besok, tidak hanya Bupati Bogor dan jajaran saja yang hadir tetapi juga Bupati Cianjur.

“Karena pembangunan jalur puncak II melintasi dua Kabupaten yakni Bogor dan Cianjur. Ini proyek yang menjadi dambaan masyarakat di dua daerah,” kata Ade Yasin kepada wartawan, Rabu, (17/3).

Bupati perempuan kedua di Kabupaten Bogor ini menambahkan bersama Bupati Cianjur Maman Hermansyah, dirinya akan menyakinkan Komisi V DPR RI dan KemenPU-PR untuk segera membangun Jalan Puncak II.

“Bersama Bupati Cianjur kami akan menjelaskan pentingnya pembangunan Jalan Puncak II, ini bukan kepentingan dua daerah tetapi regional Jawa Barat dan juga kepentingan nasional. Kami berharap, saat pak Menteri ajukan anggaran, anggota DPR RI setuju. Untuk meyakinkan, kami ajak wakil rakyat asal senayan untuk lihat langsung lokasi,” tegas Ade Yasin.

Anggota Komisi V yang juga duduk di badan anggaran (Banggar) DPR RI,  Mulyadi menuturkan, dengan meninjau langsung lokasi Jalan Puncak II bersama KemenPU-PR yang mewakili pemerintah pusat, akan mengetahui kondisi di lapangan.

“Kalau hanya teriak-teriak di ruang rapat di Gedung DPR RI saat Komisi V rapat dengan KemenPU-PR sudah sering saya lakukan. Tapi dengan meninjau lokasi pembangunan Jalan Puncak II, kami bisa lihat sendiri kondisi sebenarnya di lapangan,” kata Mulyadi yang terpilih menjadi wakil rakyat di senayan dari daerah pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor.

Menurutnya, bukan hanya Bupati yang ngotot pembangunan jalan Puncak II, akan tetapi masyarakat Kabupaten Bogor dan Cianjur juga sudah lama menantikan pembangunan Jalan Puncak II.

Jika jalur puncak II jadi dibangun tahun depan, maka ada tiga tujuan pembangunan yaitu mengurai kemacetan lalu lintas di Kawasan Puncak, Kecamatan Megamendung dan Kecamatan Cisarua, mengenalkan objek wisata baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat di wilayah timur Kabupaten Bogor.

Iskandar Sitorus, Ketua Koperasi Bogor Bumi Sunda (BBS)  yang mendapat kepercayaan dari Pemkab Bogor untuk pembukaan jalan baru PTT mengaku, ia bersama personilnya sudah sangat siap untuk memulai pekerjaan prestisius ini.

“Alat berat kami sudah siap dilokasi. Tenaga SDM juga sudah siap. Kami akan memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Bogor,” kata Iskandar.

Menurut pengusaha pertambangan dan periklanan ini, pihaknya mengerjakan pembukaan jalur PTT ini tanpa menggunakan anggaran pemerintah.

Untuk itu,  Iskandar mengharapkan adanya kerjasama yang baik dari semua pihak mulai dari masyarakat, unsur desa hingga kecamatan, agar mempermudah pelaksanaan proyek nanti.

“Kami tidak menggunakan uang Pemda Kabupaten Bogor maupun Propinsi Jabar atau pusat saat bekerja membuka akses jalur puncak II dengan lebar 30 meter dan panjang 17,8 km.  Kami hanya butuh kerjasama yang baik saja dari semua elemen. Kalau proyek ini jalab,  maka ekonomi rakyat akan naik,” ujarnya.

Iskandar menegaskan,  Koperasi BBS yang ia pimpin ingin berkontribusi bagi pembangunan infrastruktur yang sekarang masif dilakukan di masa Presiden Jokowi.

“Saya mendukung program pemerintah pusat dan daerah demi kemajuan masyarakat menuju Indonesia maju,”tegas Iskandar. (yopi/bw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *