oleh

Kisah Cinta YP Berakhir Penjara, Hamili dan Aniaya Pacar di Bawah Umur

POSKOTA.CO – Kisah asmara YP dengan kekasihnya, IR, berujung kelam. Hubungan keduanya sudah terlanjur jauh. IR kini mengandung anaknya.

Sementara, YP terpaksa meringkuk di dalam penjara. Dia diminta mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum karena menghamili pacarnya yang masih di bawah umur.

Pemuda berusia 18 tahun ini ditangkap petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Tangerang di rumahnya di kawasan Pinang, Kota Tangerang.

YP diadukan ayah kandung IR ke Polres Metro Tangerang pada 29 April 2021. Saat itu, orangtua korban tak terima anaknya dianiaya oleh YP. Penganiayaan itu membuat wajah IR penuh luka lebam.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Deonijiu De Fatima mengatakan, tersangka YP diamankan anggotanya setelah adanya laporan pihak keluarga korban. Kasus bermula saat tersangka menganiaya kekasihnya.

“Korban dianiaya oleh pelaku di daerah Pinang, sehingga korban mengalami luka-luka di bagian wajahnya. Korban lalu menghubungi temannya, ” kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKBP Ardi Rahananto, Kamis (20/5/2021).

Mendengar kabar itu, sambung Deonijiu, ayah korban memanggil putrinya dan mempertanyakan kebenaran kabar yang di dengar. “Saat itu korban mengaku kepada orangtuanya. Tak hanya itu korban mengatakan dalam keadaan hamil,” ungkap Kapolres.

YP dan IR diketahui menjalin asmara selama 6 bulan. Hubungan keduanya pun terlalu jauh. Namun, kebiasaan YP yang kerap mengkonsumsi Tramadol membuat IR kecewa. Gadis ABG itu lalu menegur YP. “Rupanya tersangka tak terima. Dia kemudian memukuli dan menendang korban,” beber Deonijiu.

Atas perbuatannya, YP dijerat dengan Pasal 76D Jo Pasal 81 dan atau Pasal 76E Jo Pasal 82 UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang dan atau Pasal 80 UU RI No. 35 th 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (Imam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *