oleh

Kang Said: Tiga Persoalan Sosial di Kabupaten Bogor, Target Prioritas untuk Ditangani

BOGOR – Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari Partai Golongan Karya (Golkar) Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar 5 (Kabupaten Bogor), Abdul Razak Said mengemukakan, berdasarkan hasil pemetaan yang sudah dilakukan pihaknya, terdapat tiga persoalan sosial yang sering terserap disampaikan masyarakat Kabupaten Bogor Jawa Barat.

Hal itu diungkapkan Kang Said sapaan Abdul Razak Said, ketika dihubungi POSKOTAONLINE.COM melalui sambungan WhatsApp (WA), Minggu (4/2/2024).

Menurutnya, sebagai calon wakil rakyat dari Partai Golkar untuk Dapil Jabar 5 yang hanya meliputi Kabupaten Bogor ini, tentu berkeinginan jika ke depan diberikan amanah dapat duduk pada kursi DPR RI, bisa menjalankan kepercayaan, khususnya dari masyarakat yang diwakilinya dan bagi rakyat Indonesia pada umumnya.

Berangkat dari niatan tersebut, Kang Said mengatakan, setidaknya ada tiga masalah sosial di Kabupaten Bogor sendiri, yang perlu dijadikan prioritas untuk ditangani semua pihak terkait. “Hal ini dinilai sangat penting, dalam rangka menerjemahkan harapan dan keinginan masyarakat terutama di Kabupaten Bogor,” ucap Caleg nomor urut 9 ini.

Calon legislatif (DPR RI) berusia muda ini menguraikan, pertama katanya, tentang masih minimnya ketersediaan pupuk bagi para petani. “Kita tahu masyarakat disini secara kewilayahan masih memiliki karakteristik sebagai petani, sehingga persoalan pupuk tentu menjadi dimensi sangat penting bagi keberlangsungan kegiatan masyarakat petani disini,” terangnya.

Disebutkan Kang Said, solusi terhadap kondisi serupa itu, tentu harus segera dicarikan. “Saya berkeinginan dapat mendorong peningkatan pengadaan serta distribusi pupuk bersubsidi dari pemerintah terhadap masyarakat petani disini berjalan dengan lebih lancar lagi,” jelas tenaga ahli Fraksi Golkar DPR RI ini.

Disebutkannya juga, persoalan sosial kedua yang dia temukan, yakni terkait masalah lapangan kerja. Untuk menjawab hal dimaksud, dirinya memiliki keinginan dapat menarik minat para investor untuk melakukan kegiatan usahanya di wilayah Kabupaten Bogor.

Dia mengatakan, tidak terlalu muluk dengan menarik atau mendatangkan investor bagi bisnis atau usaha besar. “Saya lebih tertarik untuk mendongkrak dan membangun kegiatan ekonomi masyarakat, melalui praktek usaha home industri (rumah tangga produksi-red) yang lebih terukur, namun mendatangkan kemanfaatan besar bagi masyarakat,” harap pria pengurus DPP Partai Golkar tersebut.

Jika upaya tersebut dapat dikembangkan katanya, dia merasa yakin ke depan program home industri di Kabupaten Bogor dapat menjadi pioneer ataupun contoh bagi wilayah kabupaten lain.

Sebelum menutup pembicaraan, pria yang juga bertugas selaku Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga Depinas SOKSI ini, sempat menyinggung persoalan ketiga yang didapatinya dari aspirasi sejumlah masyarakat, mengenai gagasan tentang pemekaran wilayah kabupaten (Kabupaten Bogor-red). “Pemekaran wilayah kabupaten ini, tentunya bukan soal bagi-bagi kekuasaan, melainkan lebih terhadap keinginan dan harapan untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” tegasnya.

Sehubungan itu, gagasan mengenai pemekaran Kabupaten Bogor, sambungnya, menjadi salah satu agenda penting yang sudah dicatat menjadi program dirinya, ketika nanti terpilih menjadi anggota legislatif (DPR RI-red) untuk turut diperjuangkan. (*/cep)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *