oleh

Jalan Jadi Licin, Ceceran Galian Tanah Timbulkan Banyak Kecelakaan

POSKOTA. CO-Galian tanah diduga ilegal di Desa Kadumangu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor memakan belasan korban Senin (5/4/2021).

Armada truk bertonase diatas 22 kubik yang mengangkut tanah dari dalam lokasi yang berada tepat didepan Puslabfor Mabes Polri menimbulkan ceceran tanah di jalan.

Akibatnya pengguna jalan sepeda motor terjatuh akibat jalan licin. Protes berdatangan.  Bahkan warga sudah bersiap demo ke Kecamatan Babakan Madang.

Belasan orang korban kecelakaan akibat jalan licin dari tanah proyek galian, lalu ditolong warga untuk berobat ke Puskesmas terdekat.

Kekhawatiran warga akan dampak aktifitas galian di wilayah Desa Kadumamggu Kecamatan Babakan Madang, sejak awal sudah diprediksi, akhirnya terjadi.

Galian tanpa ijin ini, sejak awal sudah diprotes warga. Namun pihak kecamatan diam dan membiarkan aktifitas terus berlangsung.

“Belasan orang pria maupun wanita menjadi korban kecelakaan akibat kendaraan roda dua yang ditumpanginya tergelincir di jalan yang licin akibat lumpur,” kata Ujang, warga Kadumangu.

Kepala Dusun di Desa Kadumamggu,  Eday membenarkan adanya korban berjatuhan akibat jalan licin.

“Jalanan memang berceceran bekas ban mobil truck yang mengangkut material galian. Kita sudah sampaikan supaya dibersihkan karena berbahaya jalan licin, tapi tak digubris,” kata Eday.

Menurut Eday, laporan warga yang ia terima, sudah ada 13 pengguna jalan yang jatuh dan terluka.  Masyarakat menyayangkan dan jengkel dengan sikap penggali yang membuat jalan menjadi kotor penuh lumpur.

Untuk itu, ia mendesak kepada Satpol PP untuk segera melakukan tindakan tegas karena aktifitas galian sudah memakan korban.

“Kasian warga dan kami sebagai perangkat desa yang selalu jadi sasaran protes warga, masyarakat setempat dan warga pengendara,” katanya.

Satpol PP Babakan Madang, Aus Firdaus langsung menuju lokasi terjadinya kecelakaan akibat jalan licin.

“Kami sudah laporkan adanya aktifitas galian disini kepada Satpol PP Kabupaten Bogor. Diduga galian ini ilegal jadi harus Kabupaten yang terjun langsung,” jelasnya.

Ari Kosasih, aparat Pemdes Babakan Madang membenarkan ada warganya yang bernama Nanang dan Aep Seepudin yang menjadi korban jatuh di jalan Desa Kadumanggu, yang lokasinya dekat dengan proyek galian.

“Kedatangan saya kesini mau melihat warga saya yang terjatuh. Dan saya juga ingin mengetahui kronologis kecelakaan, bila memang benar efek galian karena licin saya akan minta pertangung jawaban dari pihak proyek galian,” katanya.

Pos Kota lalu mengkonfirmasi peristiwa ini kepada Kapolres Bogor, AKBP Harun. Melalui Kasubag Humas, AKP Ita Puspita Lena didapat jawaban, jika Kapolres Bogor selaku pimpinan tertinggi di jajaran kepolisian Kabupaten Bogor, sudah memerintahkan kepada Kapolsek Babakan Madang, Kompol Silfia Sukma Rosa untuk menutup kegiatan ilegal tersebut.

“Galian di Kadumangu yang timbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan, sudah ditutup Kapolsek,” kata AKP Ita. (yopi/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *