oleh

Harga Air Minum Jakarta Tetap Terjangkau, Pengamat Sugiyanto: demi Pemerataan Akses dan Keadilan Sosial

JAKARTA – Pengamat Kebijakan Publik Sugiyanto berpendapat penerapan tarif baru air minum oleh PAM JAYA merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pemenuhan kebutuhan air bersih secara adil dan merata bagi seluruh warga Jakarta. Bahkan Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa tarif air di Jakarta tetap paling murah dibanding daerah sekitarnya.

Sugiyanto menambahkan bahwa anggota Fraksi PSI DPRD Jakarta, Francine kerap mengkritik kebijakan kenaikan tarif air PAM Jaya dengan alasan tidak jelas. “Menurut Francine, tarif Air PAM Jaya justru lebih mahal dibandingkan dengan tarif air di Kota Depok. Kritik tersebut ia sampaikan melalui akun media sosial Instagram pribadinya, @francinewidjojo,” kata Sugiyanto kepada wartawan di Jakarta, Kamis (24/4). Kalau mau mengkritik mesti pakai data.

Terkait tarif air minum di Jakarta ini, lanjut Sugiyanto, dibandingkan dengan kota-kota di sekitarnya, tarif PAM Jaya tergolong lebih ekonomis. Tarif termurah di Jakarta dimulai dari Rp 1.000 per meter kubik, sementara di Bodetabek rata-rata tarif termurah justru berada di atas angka tersebut.

Bagi warga yang tinggal di rumah tapak maupun apartemen, apabila penggunaan air dilakukan secara bijak dan tidak melebihi 10 meter kubik per bulan, maka tidak akan ada perubahan tarif yang dirasakan. “Hal ini karena tarif untuk kebutuhan dasar tetap sama seperti tarif sebelumnya,” tandas Sugiyanto.

Ia menilai penyesuaian tarif yang dibarengi dengan percepatan pembangunan infrastruktur yang krusial untuk menjamin ketersediaan dan distribusi air secara lebih merata, patut didukung. “Di berbagai titik strategis, PAM Jaya telah melakukan pemasangan pipa air baku serta jaringan distribusi, antara lain di Jalan Raya Kalimalang, Jalan Jatiwaringin hingga Jalan Raya Pondok Gede, Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Jalan Pegangsaan Dua, dan Jalan Rawamangun Muka,” bebernya.

Dalam konteks membantu kelompok masyarakat prasejahtera, PAM Jaya menunjukkan kepeduliannya melalui peluncuran program Kartu Air Sehat (KAS). Program ini ditujukan bagi pelanggan dalam kategori 2A1 dan 2A2 yang termasuk dalam kelompok ekonomi lemah. Melalui KAS, pelanggan tersebut mendapatkan bantuan berupa tarif khusus, layanan prioritas, serta kompensasi apabila terjadi gangguan layanan.

“PAM Jaya juga telah menyepakati mekanisme baru bersama Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Rumah Susun (P3RS) terkait sistem penagihan air. Melalui kebijakan ini, tagihan air akan langsung dikirim ke masing-masing unit hunian di apartemen. Dampak positifnya, penghuni akan membayar berdasarkan konsumsi riil mereka. Sistem ini memberikan transparansi dan keadilan dalam pembayaran, karena tarif disesuaikan dengan pemakaian aktual, dengan harga awal yang ditetapkan mulai dari Rp 12.550 per meter kubik,” ujarnya.

Dengan seluruh langkah ini, PAM Jaya berkomitmen untuk menjaga kualitas layanan, menjangkau lebih banyak masyarakat, dan memastikan bahwa air minum tetap menjadi hak yang terjangkau bagi seluruh warga Jakarta. “Penyesuaian tarif bukan semata-mata kebijakan ekonomi, tetapi wujud tanggung jawab sosial demi keberlanjutan layanan publik yang vital bagi kehidupan,” pungkasnya. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *