oleh

Hanya Terima Warga Jakarta, Pemprov DKI Perketat Proses Seleksi PPDB Tahun Pelajaran 2024-2025

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta kini memperketat proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2024/2025. Hanya warga DKI yang diizinkan mengikuti seleksi penerimaan siswa baru yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK) dan domisili minimal satu tahun.

Jadi, warga dari luar DKI Jakarta kini tidak bisa lagi mengikuti program PPDB. Sedangkan tahun-tahun sebelumnya terdapat ribuan warga dari daerah penyangga Jakarta yang dapat mengikuti program tersebut, sehingga berdampak pada sejumlah anak DKI tak kebagian masuk sekolah negeri yang biaya operasionalnya semua ditanggung pemerintah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKIJakarta, Budi Awaluddin mengatakan pihaknya menjalankan mekanisme PPDB secara objektif, transparan, dan akuntabel sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 15 Tahun 2024 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru.

“Adapun ketentuan Calon Peserta Didik Baru (CPDB) yang dapat mengikuti PPDB adalah penduduk DKI Jakarta yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga, serta berdomisili di Jakarta paling lambat 10 Juni 2023,” ujar Budi di Jakarta,  Selasa (21/5). Untuk itu, Dinas Pendidikan akan memperketat proses PPDB agar benar-benar dinikmati warga Jakarta.

Untuk merealisasi program tersebut, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov DKI melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) adalah menonaktifkan puluhan ribu Nomor Induk Kependudukan  (NIK) milik eks warga Jakarta yang sudah pindah ke luar daerah maupun meninggal dunia. “Pemprov DKI akan terus melakukan penonaktifan NIK bagi yang sudah tidak tinggal di Jakarta,” papar Budi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Dukcapil.

Budi menjelaskan, pelaksanaan PPDB dimulai pada 10 Juni hingga 4 Juli 2024 secara daring untuk jenjang Sekolah Dasar Negeri (SDN), Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN), dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) melalui ppdb.jakarta.go.id.

Sedangkan untuk jenjang Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini Negeri (SPAUDN), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) dilaksanakan secara offline/online pada 10 Juni-30 Juli 2024.

Adapun, total daya tampung jenjang SDN: 95.677 peserta didik;  jenjang SMPN: 71.093 peserta didik dengan perkiraan Calon Peserta Didik Baru (CPDB) sebanyak 151.164 peserta didik dan persentase daya tampung 47,03%; jenjang SMAN: 29.559 peserta didik; serta jenjang SMKN: 20.130 peserta didik dengan perkiraan CPDB sebanyak 139.841 dan persentase daya tampung 35,53%.

Dengan keterbatasan daya tampung sekolah negeri yang ada saat ini, Dinas Pendidikan melanjutkan PPDB Bersama pada tahun sebelumnya yang melibatkan sekolah swasta. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *