POSKOTA.CO– Tokoh masyarajat Jakarta Pusat, sindir kegiatan Gerebek Lumpur pada kegiatan kerja bakti, Minggu pagi yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat dinilai hanya sebatas seremonial dan protokoler.
Pasalnya, kegiatan aksi beraih-bersih ini tanpa didukung dengan Sarana dan Prasarana maupun perangkat yang memadai.
Hal tersebut dipertegas Ferry Iswan, tokoh masyarakat Jakarta Pusat. “Pak Gubernur harus tahu bahwa kegiatan program kegiatan gerebek lumpur yang dilaksanakan Pemkot Jakarta Pusat hanya menggugurkan kewajiban dalam menghadapi banjir terbukti di lapangan tanpa didukung dengan perangkat alat yang memadai,” ungkapnya kepada POSKOTA.CO, Minggu (14/11/2021) malam.
Padahal kegiatan ini sudah menjadi kebijakan dan perintah Gubernur dalam program gerebek lumpur, tapi dalam pelaksanaan dilapangan hanya sebatas seremonial dan protokoler.
“Di Jakarta Pusat banyak kali atau sungai yang endapan lumpur nya perlu dikeruk dalam menghadapi banjir. Kalau cuma shelfy dan foto-foto saja anak Taman Kanak-kanak (TK) juga bisa. Dikhawatirkan nanti akan menjadi momok diakhir masa jabatan Gubernur Provinsi DKI Jakarta , Anies Rasyid Baswedan,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pemantau Aparatur Daerah (LP2AD) Victor Irianto Napitupulu menambahkan, di Jakarta Pusat banyak saluran air mampet. “Iya banyak saluran mampet yang sedang dikerjakan pasukan biru Satuan Tugas (Satgas) Sumber Daya Air (SDA) dengan alat manual di pemukiman warga,” tambahnya. (van/fs)







Komentar