oleh

Gegara Televisi Meledak, Lima Orang Luka Bakar

POSKOTA.CO – Lima orang yang terbagi dalam tiga kepala keluarga tinggal bersama dalam sebuah rumah petak berukuran 5 x 7 meter terbakar.

Semula informasi terbakarnya keluarga dari ekonomi yang kurang mampu ini menjadi korban, akibat gas melon bersubsidi meledak.

Namun hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) kepolisian, tidak ditemukan adanya tabung gas yang meledak. Polisi akhirnya menemukan, jika peristiwa ini terjadi, akibat dari listrik dan bukan dari ledakan gas subsidi.

Selain melukai para korban, peristiwa ini juga menimbulkan kerusakan pada rumah yang beralamat di Kampung Kamurang, RT 01/2, Desa/Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Citeureup Kompol Ricky Wowor mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Rabu (14/10/2020) malam.

Hasil pendataan para korban diketahui masing-masing Darmansyah, selaku kepala keluarga, istrinya Tritayanti dan Windi Chairunnisa, anaknya. Lalu keluarga Suryati dan keponakan Yeni yang sedang main.

“Mereka korban dalam peristiwa ini,” ujar Kompol Ricky sambil menambahkan, keluarga ini menyewa di kos milik Trisnadi, warga Kelurahan Puspanegara, Citeureup, Bogor.

Keluarga yang menjadi korban ini juga baru menetap selama tiga bulan. Mereka sebelumnya tinggal dengan cara menyewa rumah di RT 02.

Keterangan Suryati, warga dan pengurus RT 02, Toni, benar api berasal dari dalam rumah yang disewa para korban. Namun mereka terluka, bukan dari tabung gas yang meledak seperti yang diberitakan.

“Saya cek tabung gas utuh dan tidak meledak. Dari kesimpulan sementara ada ledakan berasal dari televisi dan api menyala dari radiasi charger handphone korban di lokasi. Ini listrik bukan gas,” ungkap Tony dalam keterangannya ke polisi.

Korban Darmansyah, seorang sopir angkot dan istrinya buruh pabrik tempe yang luka serius, lalu dibawa ke RSUD Cibinong, guna pertolongan medis.

Ledakan yang cukup kuat ini membuat motor tetangga yang terparkir di teras bergetar. Upaya pertolongan warga dengan mendobrak masuk kedalam rumah, mendapatkan Darmansyah sudah dalam keadaan tubuhnya dipenuhi luka bakar hampir 90 persen.

Polisi kini masih menyelediki. Namun kuat dugaan, kebakaran terjadi, karena anak mereka menyalakan televisi tabung dan anggota keluarga lainnya asyik main handpone.

Kini para korban yakni Yeni Suryani (44), Suryati (59), Tri Tayanti (53), Darmansyah (53) dan Windi Chaerunnisa (19), yang menderita luka bakar, menjalani perawatan di ICU RSUD Cibinong.

“Mereka merupakan satu keluarga. Satu korban lain merupakan warga Kelurahan Puspanegara. Dia sedang main ke rumah korban. Kita cek KK korban dan KTP dari lima orang sebagian besar Ibu Rumah Tangga dan seorang laki-laki. Untuk ibu Suryati warga Kelurahan Puspanegara,” kata Kapolsek.

Ditambahkan, sebelum di rujuk ke RSUD Cibinong, para korban menjalani perawatan di RS Husada.
Para korban dirujuk, karena tidak punya biaya. Akhirnya mereka tercover lewat BPJS di rumah sakit pemerintah daerah.

Sebelum akhirnya kini susah berbicara, korban Darmansyah saat di RS Husada bercerita, jika dirinya menerobos api guna menyelamatkan anggota keluarganya yang terjebak api.

“Darmansyah menderita luka bakar 90 persen di sekujur tubuh. Kalau empat korban lain rata-rata mengalami luka bakar 30 persen. Dia parah karena menerobos api,” kata Allan, warga lain yang ikut mengantar ke rumah sakit.

Dari rangkaian keterangan korban, warga dan hasil olah TKP dimana dirumah yang disewa korban, kurang adanya sirkulasi udara, penyebab peristiwa ini, akibat adanya gas yang bocor dari selang.

Setelah itu, ada anggota keluarga yang menyalakan televisi hingga menimbulkan percikan api.

“Karena rumah kontrakan korban kurang ventilasi membuat sekitar ruangan sudah dipenuhi bocoran gas. Karena gas yang bocor tidak keluar, saat televisi menyala, langsung sambar dan terbakar,” ujarnya. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *