oleh

HMI Tolak Jokowi Tinggal di Istana Bogor

POSKOTA.CO – Sekitar tiga puluh elemen mahasiswa dari HMI Cabang Kota Bogor melakukan aksi di Jalan Djuanda, Kota Bogor Kamis (15/10/2020).

Aksi puluhan mahasiswa ini semula hendak menuju pintu 1 Istana Bogor. Namun dihadang petugas. Mereka akhirnya tertahan di tengah jalan setelah melewati Hotel Salak.

Tuntutan yang diusung puluhan mahasiswa ini yakni, menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Menurut pendemo, Omnibus Law UU Cipta Kerja ini merupakan undang-undang sapu jagat. Kenapa? Karena undang-undang menyederhanakan banyak undang-undang menjadi satu undang-undang namun memicu banyak kontroversi.

Menurut pendemo, pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja ini secara tergesa-gesa mematikan demokrasi baik dalam segi politik, ekonomi ekologi dan penegakan hukum.

Sofwan Ansori, ketua HMI Cabang Kota Bogor mengatakan, dampak panjang dari dari pengesahan undang-undang ini bisa melahirkan kekerasan struktural berkepanjangan.

Mereka juga menolak Presiden Jokowi untuk tinggal di Istana Bogor sebelum tuntutan mereka yakni menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja dibatalkan atau ditolak saat diajukan DPR RI.

“Kami HMI Cabang Kota Bogor menolak keras pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja dan menolak kedatangan Presiden Jokowi di Bogor apabila Omnibus Law UU Cipta Kerja belum ditolak dan dibatalkan,” katanya sambil menambahkan, mereka berharap DPR RI dapat merespons secara aktif dan persuasif menerima aspirasi masyarakat, karena ini untuk masa depan masyarakat. (yopi)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *