oleh

Dua Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Positif, Tiga Reaktif Covid-19

POSKOTA. CO – Kantor DPRD Kabupaten Bogor tidak lagi steril. Hal ini terkait dua pegawai Sekretariat Dewan (Sekwan) dinyatakan positif Covid 19.

Kabar menghebohkan ini seketika membuat gedung wakil rakyat ini sepi. Dari 55 anggota dewan, tidak ada yang mau keluar dari ruangannya. 

Selain dua PNS di sekwan ini positif, tiga orang lainnya dinyatakan reaktif setelah menjalani tes cepat dalam dua hari ini.

“Benar, ada dua orang staf DPRD Kabupaten Bogor yang terpapar wabah Covid 19. Keduanya warga Kota Bogor. Penularan pertama diduga dari keluarga (istri dan anak) salah seorang staf, lalu menularkan ke rekan kerjanya yang kebetulan satu ruangan,” kata Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto, Selasa (4/8/2020).

Rudy menambahkan setelah mengetahui dua stafnya terpapar Covid 19, mulai Senin kemarin hingga hari ini, semua pegawai termasuk anggota dewan melaksanakan rapid test.

“Hasil rapid test hari ini, tiga orang staf lainnya yang kebetulan juga satu ruangan hasilnya reaktif. Kami saat ini memunggu hasil swab test mereka,”ujarnya. 

Rudy menuturkan secara bertahap, 55 orang pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bogor akan menjalani tes usap demi mencegah dan memutus mata rantai penyebaran wabah Covid-19.

“Karena keterbatasan alat tes, maka kami lakukan tes swab kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bogor secara bertahap. Selama dua minggu ini kami akan mengisolasi diri,” tutur Rudy.

Politisi Partai Gerindra ini memaparkan bagi tamu yang bisa dijadwalkan ulang peretemuannya, maka akan ditunda. Sementara bagi yang tidak bisa dijadwalkan ulang akan ia temui.

“Kalau memang tidak bisa dijadwalkan ulang, tamu tersebut akan saya temui sendiri karena kebetulan hasil swab test saya tiga hari lalu negarif. Namun bagi tamu yang mau berkunjung diberi syarat memiliki surat keterangan sehat dengan membuktikan hasil swab atau rapid test,” ujarnya.

Rudy melanjutkan mulai hari ini (Selasa (4/8/2020) seluruh aktivitas di Gedung DPRD Kabupaten Bogor ditutup guna dilakukan penyemprotan disinsfektan hingga hari Jumat mendatang.

“Walaupun kami menutup seluruh aktivitas di Gedung DPRD, karena ini bukan penyakit yang tabu, kita buka informasinya dengan catatan berkode etik. Saya mengimbau, agar kita tetap waspada,”pinta Rudy. (ymd)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *