oleh

Dilarang Berdagang hingga 25 Januari, Satpol PP Bubarkan PK5 di Kemayoran

POSKOTA.CO – Pedagang kaki lima di kawasan Jalan Kemayoran Gempol (H Ung), Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat prostes kepada Pemerintah, lantaran tidak boleh berjualan hingga tanggal 25 Januari 2021 mendatang.

Pasalnya, mereka pedagang gelaran dadakan yang berjualan di bahu jalan ini diminta untuk tidak lagi berjualan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Ketat sejak, Sabtu malam (16/1/2021) kemarin saat petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat membubarkan kerumunan di lokasi PK5 ini sekitar pukul 21.30 WIB.

Menurut keterangan, salah satu pedagang tas dan dompet yang berjualan di jalanan ini sudah 10 tahun sebut saja Pakde. Dia mengatakan, sejak hari Sabtu malam kemarin disuruh tutup pada pukul 21.30 WIB.

“Mana belum panglaris dari sejak sore malah disuruh tutup. Susah cari nafkah zaman sekarang ini baru juga jualan,. Nasib kami pedagang, rakyat kecil ini selalu dikecilkan terus,” ujarnya dengan nada kesal, Senin (18/1/2021).

Ia pun kebinggungan dan nggak ngerti maunya Pemerintah karena dinilai pilih kasih terhadap pedagang yang diseberang Jalan Kemayoran Ketapang “itu pedagang yang jualan di jalanan disuruh tutup. Itu pedagang yang jualan jamu dan perabotan rumah tangga di kios maupun rumah yang di seberang, Jalan Kemayoran Ketapang tidak disuruh tutup, itu kan namanya pilih kasih,” cetusnya sambil sambil berkata akan mengadu ke Gusti Allah. “Biar saja nanti saya mau mengadu ke Gusti Allah saja,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Operasional (Kasiop) Satpol PP Jakarta Pusat Gatra Pratama Putra ketika dikonfirmasi POSKOTA.CO melalui ponsel membenarkan, pihaknya sejak Sabtu malam itu membubarkan kerumunan di lokasi PK5, Jalan Kemayoran Gempol (H.Ung), Kebon Kosong, Kemayoran mengerahkan petugas gabungan dari Satpol PP, Kodim dan Polres Jakarta Pusat. “Sektor pedagang apapun yang mengundang kerumunan harus dibubarkan. Karena wabah pandemi Covid-19 di bulan-bulan ini penyebaran dan persentasinya sangat tinggi sekali,” ungkap Gatra.

Seperti selain PK5 di Kemayoran Gempol, tambah Gatra ada juga lokasi di sana seperti di kawasan Masjid Akbar. “Malam ini kami lakukan pembubaran PKL tersebut kedepannya akan dilakukan penjagaan oleh petugas sampai masa PSBB ketat selesai,” tandasnya.

Menurut dia, karena PK5 Kemayoran Gempol merupakan perkumpulan besar. Makanya kami bergabung dengan tim gugus tugas covid-19 untuk menggunakan kekuatan yang besar juga. “Pada hari Sabtu malam kemarin sudah ingatkan. Tapi hasilnya sama saja. Kerumunan nya banyak seperti keadaan normal. Pembubaran PK5 Ini juga berlaku sama tidak hanya mentang-mentang ada di Sudirman atau Menteng dan Tanabang,” ungkapnya.

Jikalau memang PSBB ketat nya habis tanggal 25 Januari 2021 mendatang, sambung Gatra. Setelah itu jika masuk kembali PSBB aturannya kembali lagi saat PSBB ketat sebelumnya.

Namun saat didesak jika PK5 membandal, Gatra mengatakan, akan merespon dengan mengedepankan humanisme. “Sesuai Peraturan Gubermur (Pergub) nomor: 3 tahun 2021. Tetap dilakukan penindakan seperti pemberlakukan sanksi denda, teguran tertulis dan juga penjagaan. Sebenarnya pedagang ini memang kayak anak kecil dan tidak dewasa harusnya sesuai aturan pada pukul 19.00 wib malam harusnya tidak boleh lagi berjualan sama sekali,” tegasnya. (van)

 

 14 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *