oleh

Buntut Bayi Tertukar 15 Perawat RS Sentosa Bogor Dinonaktifkan Jalani Pemeriksaan Polisi

POSKOTA. CO – Rumah Sakit (RS) Sentosa Bogor, serius menanggapi permasalahan bayi yang tertukar. Peristiwa ini bermula dari dua ibu yang tertukar bayi laki-laki mereka usai menjalani persalinan secara sesar.

Manajemen rumah sakit kini sudah menonaktifkan sementara 15 perawat dari tugasnya. Belasan perawat yang diduga bertugas saat kasus bayi diduga tertukar pada Juli 2022 ini kini menjalani pemeriksaan di Polres Bogor.

Juru Bicara RS Sentosa Bogor, Greggorius Djako kepada Poskota. Co mengatakankan, 15 perawat itu terdiri atas lima orang yang bertugas pada sif pagi, lima orang pada sif siang, dan lima orang yang bertugas pada sif malam.

Tahapan penonaktifan dilakukan secara berjenjang yakni diberikan Surat Peringatan (SP) 1 hingga tahapan akhirnya off dari tugasnya.

Gregg yang juga seorang pengacara ini menjelaskan, sanksi mulai dari SP 1 hingga menonaktifkan dari pelayanan dari tugas yang biasanya dikerjakan selama ini, karena mereka harus memberikan keterangan ke penyidik.

Berdasarkan pemeriksaan sementara yang dilakukan pihak rumah sakit, Gregg menduga para perawat melakukan kelalaian.
“Misalnya gelang pasien ganda atau gelang lepas dari dua ibu yang bayinya diduga tertukar,” paparnya.

Masih kata Gregg, soal dugaan bayi tertukar ini awalnya dilaporkan Siti Mauliah. Ia memastikan bayi yang diduga tertukar hanya dua.

“Saya pastikan hanya dua yang tertukar. Catatan kami, dalam kurun waktu 18 Juli 2022 dan 19 Juli 2022 hanya ada dua bayi laki-laki lahir dan sisanya empat bayi perempuan. Dua bayi yang diduga tertukar itu berjenis kelamin laki-laki. Nama bayi Ibu Siti itu tertulis nama bayi ibu B. Kemudian dugaan ke arah sana bahwa semakin menyakinkan ibu B lah yang diduga tertukar,” jelasnya.

Manajemen RS Sentosa menurut Gregg, baru mendapat informasi soal bayi yang diduga tertukar itu pada Mei 2023.
Sementara data yang ada, Siti Mauliah telah mendatangi RS Sentosa berkali-kali. Namun, Siti disebut tidak pernah bertemu dengan manajemen.

Karyawan atau pegawai RS yang bertemu dengan Siti disebut tidak menyampaikan laporan soal dugaan ada bayi yang tertukar. “Jadi, memang kami harus akui ada kelalaian pada karyawan kami yang tidak menginformasikan ini. Ini sedang kami dalami,” katanya.

Seusai menerima laporan pada Mei 2023, Gregg mengatakan, manajemen RS Sentosa sudah memanggil para perawat yang berdinas pada kurun waktu bayi lahir dan diduga tertukar pada Juli 2022.

“Setelah mendapat informasi di bulan Mei 2023, rumah sakit langsung memanggil para perawat yang berdinas pada saat itu, baik dinas pagi, siang, malam, supaya mencari informasi lebih jauh. Untuk hal ini memang sedang didalami oleh rumah sakit,”ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Siti Mauliah mengadukan soal bayi yang diduga tertukar ke Polres Bogor. Gregg mengatakan, Polres Bogor sedang mengumpulkan data dari RS Sentosa, sehingga para perawat dan bidan yang bertugas saat kejadian bayi diduga tertukar akan dimintai keterangan oleh polisi. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *