oleh

Budayakan Gemar Membaca, Dispusip DKI Jakarta Terbitkan 21 Buku Hasil Karya Para Pemenang Lomba Hanjaba

JAKARTA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta menerbitkan 21 judul buku dari para pemenang lomba menulis Hari Anak Jakarta Membaca (Hanjaba) tahun 2023. Dari tulisan tersebut tampak semangat dan kreativitas anak muda yang penuh ide dan dinamis.

Perilisan buku-buku tersebut diresmikan oleh Kepala Dispusip DKI Jakarta Firmansyah dengan mengundang seluruh sekolah yang siswa-siswinya terpilih menjadi pemenang lomba. “Perkembangan literasi  di kalangan generasi muda merupakan kunci dari Pembudayaan Kegemaran Membaca. Didukung teknologi yang  berkembang pesat membuat generasi muda makin kreatif menyalurkan hasrat menulisnya,” kata Firmansyah di Auditorium Gedung A Dispusip DKI Jakarta, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (21/5).

Melalui teknologi informasi, termasuk media sosial yang hadir secara nyata di seluruh lapisan masyarakat menjadikan perkembangan literasi sebagai suatu hal yang memiliki multi fungsi. “Melalui dunia digital, seseorang bisa menjadi baik atau sebaliknya buruk, tergantung pada apa yang dilakukannya,” papar Firmansyah.

Ia menjelaskan, Dispusip DKI Jakarta menyadari Pembudayaan Kegemaran Membaca yang baik dan benar di tengah masyarakat dimulai dari anak-anak terutama yang masih dalam usia sekolah. “Berangkat dari situ, Dispusip menggandeng penerbit PT Hikam Media Utama menerbitkan hasil karya tulis pemenang untuk memotivasi generasi muda,” jelas Firmansyah.

Sebagai diketahui, kegiatan lomba menulis Hanjaba tahun 2023 mengusung tema ‘Dari Baca Jadi Karya Untuk Jakarta’ mendapatkan apresiasi yang cukup positif dari generasi muda terkhusus anak-anak usia sekolah. Lomba  terdiri dari tiga kategori berdasarkan tingkatan sekolah yaitu kelompok SD/MI, Kelompok SMP/MTs dan Kelompok SMA/SMK/MA.

“Besar harapan kami, dengan adanya perilisan buku hasil karya anak-anak  ini agar penerapan Budaya Gemar Membaca  akan terus berkembang dan membudaya dalam melestarikan literasi serta kreativitas anak bangsa,” pungkas Firmansyah. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *