oleh

BPBD DKI Jakarta Imbau Masyarakat, Potensi Banjir Rob di Ibukota Masih Terjadi Selama Dua Hari Ini

JAKARTA – Banjir rob akibat fenomena bulan purnama masih melanda kawasan pesisir Ibukota. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir yang diperkirakan terjadi 14 sampai 21 Mei 2026 yang artinya masih dua hari lagi.

Peringatan ini dikeluarkan setelah BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok melaporkan adanya fenomena pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase bulan Super New Moon (fase bulan baru dan Perigee). Banjir rob paling potensial terjadi di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, fenomena tersebut dapat memicu peningkatan tinggi muka air laut di wilayah pesisir utara Jakarta. “Masyarakat pesisir perlu meningkatkan kesiapsiagaan, karena durasi pasang tinggi bisa berlangsung beberapa hari berturut-turut. Pastikan juga sistem drainase di sekitar rumah tetap berfungsi baik untuk menghindari terjadinya genangan air,” ujar Isnawa di Jakarta, Rabu (20/5).

Ia menyampaikan, puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 20.00–01.00 WIB, dengan sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak. Wilayah-wilayah tersebut meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, hingga kawasan Kepulauan Seribu.

BPBD DKI Jakarta mengimbau warga untuk mewaspadai perubahan kondisi cuaca serta dinamika air laut yang bisa berubah cepat. Selain itu, warga juga diingatkan untuk menghindari aktivitas di daerah pesisir yang berisiko terkena banjir rob, terutama saat puncak pasang.

Masyarakat juga diminta memantau informasi resmi melalui kanal digital pemerintah seperti Peringatan Dini Gelombang Pasang di bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, aplikasi JAKI untuk melaporkan genangan, serta situs pantaubanjir.jakarta.go.id untuk memperoleh pembaruan kondisi secara real time.

“Layanan darurat gratis 112 juga telah disiapkan pemerintah untuk merespons situasi darurat dan laporan masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” tandas Isnawa. (jo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *