oleh

Bangunan Diduga Melanggar IMB, Kasektor: `Sudah Ditindak dan Segel`

POSKOTA.CO – Parah, zaman pandemi Covid-19, pembangunan melanggar di wilayah Kecamatan Kemayoran semakin marak. Seperti pembangunan di Jalan Kemayoran Ketapang, RT 001 RW 01, Kebon Kosong (Kekos), Kemayoran, ini belum juga ditindak petugas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Kecamatan Kemayoran.

Meskipun, warga Kekos sudah melaporkan keluhannya ke Sekretaris Camat (Sekcam) Kemayoran, Samsudin dan Wali Kota Jakarta Pusat, Dhany Sukma. Tetapi, pembangunan ini masih terus berjalan.

“Bangunan itu, selain debu bangunannya bertebaran ke rumah-rumah warga. Sehingga jadi kotor dan juga bikin bising karena berada di pemukiman warga,” keluh Ridwan, warga Kecamatan Kemayoran, Minggu (28/3/2021).

Ia mengatakan, keluhan lainnya saat ngecor bangunan juga kendaraan mobil molen semen berderet di lokasi pembangunan yang memicu kemacetan arus lalu lintas (lalin). “Sudah lapor juga melalui aplikasi qlue, tapi belum juga ditindaklanjuti. Payah banget Pemerintahan zaman Gubernur Anies semakin lamban saja,” cetusnya.

Hal senada juga ditambahkan, warga lainnya, dia juga mengeluh lantaran pembangunan Izin Mendirikan (IMB) rumah tinggal ini akan digunakan untuk kompeksi dikebut, padahal warga terganggu oleh pembangunan yang berisik saat para kuki bangunan bekerja. “Itu bangunan juga tidak pakai pengamanan jaring untuk mengantisipasi batu pasir berjatuhan ke rumah warga. Makanya pot tanaman bunga juga rusak karena semen dari atas bangunan itu,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemantauan Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) Victor Irianto Napitupulu mengaku miris, mendengar kinerja CKTRP yang sering kali tidak maksimal dalam bekerja mengawasi bangunan melanggar.

“Petugas CKTRP yang modelnya seperti ini harus dicopot karena tidak menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi). Tetapi, sebaliknya malah bekerjasama dengan pemborong dan pemilik bangunan nakal.

Menurut Victor, ini catatan penting untuk Wali Kota Jakarta Pusat yang baru. Untuk tidak tutup mata dan telinga sama halnya dengan petugas CKTRP yang membiarkan pembangunan melanggar semakin liar di wilayah kemayoran.

“Memang banyak sekali laporan dari masyarakat tentang pembangunan yang menyalahi IMB dan peruntukan. Selain itu, keluhan tentang sepak terjang kinerja CKTRP Kecamatan Kemayoran yang nggak beres ngawasin pembangunan yang melanggar IMB seperti, rumah tinggal di bangun rumah kosan, cluster atau rumah deret maupun kompeksi,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Sektor (Kasektor) CKTRP Kecamatan Kemayoran, Reza ketika dikonfirmasi tentang pembangunan menyalahi IMB di wilayah kerjanya sudah ditindak dengan Surat Peringatan (SP) maupun segel. “Kalau memang ada pelanggaran tidak sesuai IMB di lokasi pembangunan akan ditindak,” singkatnya. (van/sir)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *