oleh

Bangunan 8 Lantai Bertengger Dipemukiman, Warga Desak Gubernur Anies Copot Petugas CKTRP

POSKOTA.CO – Warga RW 05, Pasar Baru Sawah Besar desak Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mencopot jajaran Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Provinsi DKI Jakarta maupun Suku Dinas (Sudin) tingkat Kota Jakarta Pusat maupun tingkat Kecamatan Sawah Besar karena membiarkan pembangunan 8 lantai bertengger di pemukiman warga, Jalan Krekot Bunder I, RW 05, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, menyalahi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Akibat dampak dari pembangunan ini warga di tiga RT 002 RW 05, Pasar Baru ini rumahnya retak, miring dan ngangkat. Namun, pemilik bangunan tidak merespon.

“Kami minta pak Gubernur Anies segera mencopot petugas CKTRP, mulai dari Dinas, Sudin dan kecamatan karena melakukan pembiaran pembangunan IMB. Pembangunan itu sudah 80 persen tidak ada tindakan sepertinya petugas CKTRP masuk angin,” ungkap Sandicky, Kamis (9/9/2021).

Lanjut dia menambahkan, karena warga menilai kinerja petugas CKTRP lalai dalam menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) sebagai pengawas bangunan. “Sekarang ini pembangunan tersebut sudah berdiri tegak 8 lantai tanpa ada tindakan. Padahal imbas dari pembangunan untuk hotel ini rumah warga yang bersebelahan rusak berat,” tandasnya.

Kekecewaan serupa juga dilontarkan, Fery. Dia juga mengaku kecewa berat terhadap pemilik bangunan karena tidak koorperatif terhadap warga yang rumahnya rusak akibat pembangunan itu.

“Pemilik bangunan tidak peduli karena yang melihat kerusakan rumah milik warga hanya perwakilan nya. Iya cuman dilihat doang,” ujarnya dengan nada kesal sambil menambahkan warga yang rumahnya rusak saat ini dibantu Lawyer Jay Asosiates.

Sebelumnya, Ketua Dekot Jakarta Pusat, Dede Sulaeman yang dipanggil akrab Om Delman membenarkan, bahwa warga di tiga RT di RW 05, Pasar Baru Jalan Krekot Bundar 1, melaporkan ke Dekot terkait dengan pembangunan tersebut yang diduga kuat tidak memliki Amdal dan menyalahi IMB. Ditambah lagi pembangunan itu dikerjakan 24 jam. Sehingga mengganggu kenyamanan dilingkungan.

“Dekot Jakpus sudah melayangkan surat ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk menanyakan perizinannya apakah sudah sesuai memenuhi prosedur. “Dekot juga sudah melayangkan surat ke Sudin CKTRP Jakarta Pusat mengenai pengawasannya yaitu tindakan terhadap pembangunan hotel itu apa aja yang sudah dilakukan. Bila mana ditemukan pelanggar dan tidak sesuai IMB. Semestinya ditindak tegas,” tandasnya.

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat respon aduan warga dan langsung mengecek ke lokasi pembangunan. Namun, saat pengecekan di lokasi petugas Satpol PP hanya bisa menemui mandor pada, Jumat (3/9/2021) kemarin. Petugas Satpol PP Jakarta Pusat, kemudian membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk pembangunan tersebut.

“Sudah di BAP bangunan yang dilaporkan warga Pasar Baru itu,” ujar Muhammad Dawut staf Kepala Seksi (Kasi) Ketentraman dan Ketertiban (Tramtibum) Satpol PP Jakarta Pusat.

Saat dikonfirmasi Kasudin CKTRP Jakarta  Pusat melalui telepon dan WhatsApp (WA) tidak dapat dihubungi. Begitu juga saat ditemui dikantornya ruangan di depan pengawasan bangunan ini terkunci rapat dengan Handkey.

Pantauan di lokasi saat ini terbentang spanduk warga dengan tulisan ‘Kami warga masyarakat RT 002, 003, dan 004 RW 05, Pasar Baru menginginkan keadilan dalam proses pembangunan proyek hotel Heef yang berdampak pada lingkungan dan keselamatan warga masyarakat’.

Terkait dengan pembangunan tersebut, Camat Sawah Besar Prasetyo Kurniawan menggelar rapat mediasi pengaduan warga dan mengundang pemilik bangunan dan warga yang terdampak pada, Jumat (10/9/2021) besok di aula kantor Kelurahan Pasar Baru, Jalan Krekot Jaya, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat. (van/bw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *