oleh

Anggaran Tersedot Covid-19, Pemkab Bekasi Tutup Kegiatan Bernilai Ratusan Miliar

POSKOTA.CO – Merebaknya pandemi Covid-19 membuat Pemerintah Kabupaten Bekasi harus menyiapkan angaran hinga  ratusan miliar rupiah untuk menanggulangi dan mengantisipasinya. Berbagai  keperluan terkait memutuskan peneyebaran Covid-19 dilakukan Pemkab Bekasi, mulai dari pembelian alat pelindung diri (APD) untuk petugas medis, membuat rumah karantina, pemberian sembako hingga dapur umum.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bekasi Sutia Resmulyawan menyebutkan, untuk menanggulangi segala sesuatu terkait Covid-19, dipersiapkan anggaran sekitar Rp240 miliar.

Dengan demikian, dapat dipastikan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Bekasi di 2020 ini cukup terganggu. Artinya cukup banyak kegiatan yang sudah dijadwalkan di 2020 ini tidak dapat dilaksaanakan karena selain banyak dana yang terserap untuk kegiatan penanggulangan Covid-19, juga ada kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan karena ada ketetuan tidak boleh adanya pengumpulan massa.

Karenanya, untuk menamankan APBD Kabupaten Bekasi agar tetap seimbang antara beban belanja dan pemasukan anggaran, Pemkab Bekasi  melakukan relokasi anggaran (refocusing) serta closing anggaran. Itu artinya, banyak kegiatan yang semula sudah dijadwalkan menjadi di-close atau ditutup.

Kepala Bidang Kelembagaan dan Partisipasi Masyarakat pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi Hj Mien Aminah, mengatakan, pihaknya juga sudah meng-closing kegiatan untuk hingga Juni mendatang.

“Kami sudah melapor ke Bappeda soal klosing anggaran tersebut,” ujar Mien kepada POSKOTA.co, Jumat (24/4/2020).

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar)  Kabupaten Bekasi H Hasan Basri. Pihak Damkar, terang Hasan Basri, juga sudah meng-closing kegiatan di 2020 yang nilainya mencapai Rp800-an juta.

Sementara itu menurut Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupatn Bekasi, Slamet Supriadi, jumlah anggaran yang di-close dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Bekasi pada pertengahan April ini mencapai Rp252 miliar.

Closing anggaran, ujar Slamet, agar beban APBD seimbang antara anggaran yang harus dikeluarkan dengan anggara yang akan diterima, Adanya pandemi Corona, lanjut Slamet, dipastikan akan berpengaruh pada APBD  terhadap penerimaan pajak dan retribusi karena banyak sektor usaha yang menutup kegiatannya. “Jadi salah satu cara menyeimbangkan APBD ya dengan klosing atau relokasi anggaran,” ujar Slamet.

Disisi lain, lanjut Slamet, jika keadaan terkait pandemi Covid-19 belum membaik, kemungkinan juga masih akan dilakukan closing anggaran lagi. (agus suzana)

 

 

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *