oleh

Sesuatu yang Menggetarkan Hati

POSKOTA.CO – Memahami karya karya Nashar bukanlah melihat apa yg ditangkap indera namun juga apa yang ditangkap jiwa. Melihat sesuatu yang menggetarkan hati. Apa yang dilakukan Nashar dalam berkesenian adalah sebagai kudung jiwanya yang mampu menjadi pemenuhan kebutuhan batinnya.

Pemahaman akan hal seperti ini tentu saja membutuhkan permenungan dan juga pemahaman atas hidup dan kehidupan serta kemampuan menggerakkan rasa berdialog dg jiwa untuk merasakan adanya suatu ketertarikan atau setidaknya ada frekwensi yg sama. Demikian halnya dengan proses kreatif yang dilakukan Nashar adalah dg terus melukis dan melukis siang malam dan membahas atau membicarakan seni.

Apa yang dilakukan itu menagasah kepekaanya dan dalam alam bawah sadarnya akan menjadi karakternya. Itu yang ia bangun dr internal dirinya. Selain itu dr eksternal juga ia bangun dari berbagai pergaulannya. Tanpa sadar semua menjadi bagian pembelajaran dan proses kreatifnya.

Pengalaman pengalaman estetik ini dari secara historis hingga teknis akan mempertajam kedalaman dari karya karyanya. Seni yang dibangun Nashar bisa jadi merupakan pemahaman atas pengalamannya yang ia torehkan dalam karyanya yg menembus ambang batas walau ada toleransinya.

Nashar secara detail memangvtidak menjelaskan apa mengapa dan bagaimana jiwa sbg seniman ia bangun dan ia lakukan sepanjang hayatnya. Hal ini terbaca dar karya lukis dan tulisan2nya yg menunjukkan betapa proses berkesenia Nashar mendaraskan pemahaman atas pengalaman dan ia membangun kebebasan dan melepas belenggu belenggunya dg konsep 3 Non nya ( non teknis non konsep dan non estetik).

Keberanian Nashar menembus batas dan melakukan perlawanan atas logika2 seni yg pd umumnya mengacu atau berpedoman 0d seni barat. Dalam karya karya Nashar dpat dirasakan penyatuan atas mind, soul, spirit dan body. Fenomena raga yang dijadikan obyek merupakanekspresi jiwa menampakkan jiwanya.

Raga bisa melepas ruang massa dan waktu di situlah mungkin Nashar memanfaatkan untk menembusnya. Memahami karya abstrak Nashar tidak dpt secara parsial melainkan jg memahami atas hidup dan kehidupan Nashar dg berbagai pengalaman dan pemikiran serta peeasaannya.

Nashar bisa saja tanpa menyadari apa yang menjadi habitusnya. Karena ia benar benar total tanpa beban bebas merdeka dan terus memperdalam karyanya. Penyerqpan inderawi yang dilakukan melalui dialog pengalaman dan penghayatan dalam hidup dan kehidupannya membuatnya unik menarik dan orang menaruh rasa hormat padanya.

Nashar menjadi ikon walau ia tdk bercita cita atau menginginkan itu. Ia hanya menjalani panggilan jiwanya dalam memenuhi kebutuhan batinnya sbg pelukis. (Chryshnanda DL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *