oleh

Rumah dan Sampah

POSKOTA.CO – Rumah rumah tatkala dilihat dari atas semakin tinggi semakin tidak nampak bentuknya. Semakin hilang bentuknya semakin seperti tumpukan tumpukan sampah. Rumah dan sampah saling berhubungan. Di mana ada kehidupan di situ sampah dihasilkan.

Sampah yang tidak tertata akan berdampak pd hidup dan kehidupan manusia. Semakin sampah merajalela dan tidak terkendali semakin membuat masalah baru. Tanpa sadar sampah menjadi sumber masalah. Sebenarnya sampah juga energi dan dapat diberdayakan bagi hidup dan kehidupan.

Semakin sadar sampah kehidupan akan semakin meningkat kualitas hidupnya. Dampak negatif sampah setidaknya dapat dilihat dari :
1. Aspek lingkungan hidup dapat merusak dan mencemari : air udara, kenyamanan, kesehatan, keasrian
2. Aspek sosial budaya dapat merusak keteraturan sosial yang berdampak pd kontraproduktif bagi hidup dan kehidupan
3. Aspek ekonomis berdampak pd social cost yg tinggi yang kontra produktif
4. Kerusakan peradaban yg berdampak pd keringnya atas kemampuan menata merawat dan menumbuhkbangkan keutamaan hidup.
5. Sumber daya dan energi berdampak pada semakin rusak dan menguapnya energi bagi hidup dan kehidupan.

Masih banyak aspek yg dapat dikaji dalam gatra kehidupan. Sampah sebenarnya dapat menjadi energi baru yg terbarukan. Tatkala tata kelola dan rekayasa dpt dilakukan dg baik benar dan kreatif serta produktif.

Tentu sampah akan mendukung bagi hidup dan kehidupan. Sampah menjadi sumber energi krnbdpt menghasilkan gas maupun listrik. Sampah dpat digunakan untuk daur ulang. Sampah merupakan kompos yg dpt menjadi penyubur tanah.

Sampah dpat mjd bahan penyaring bagi kebersihan air dan udara. Sampah menjadi material bagi pembangunan dan tentu saja mjd bahan dasar bagi seniman untuk berkarya.

Di mana ada kehidupan di situ sampah dihasilkan tibggal bagaimana menyikapinya. Pasrah dibiarkan yg berdampak bagi rusaknya kehidupan ? Atau sadar mengelola sampah menjadi sumber energi baru yg terbarukan yg bermanfaat bagi kehidupan? Monggo apa yg dipilih. Hanya kita hrs sadar bahwa hidup kita juga berdampak bagi anak cucu kita.(CDL) De pakar 11 juni 2021

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *