oleh

Ratusan Pelanggar Masker Terjaring Satpol PP di Tanah Abang

POSKOTA.CO – Sebanyak 115 pelanggar masker kembali terjaring. Kemudian ratusan pelanggar ini disanksi hukuman kerja sosial membersihkan sampah di Fasilitas Umum (Fasum) di delapan titik lokasi Operasi Tertib Masker (Opstibmask), di Tanah Abang, Jakarta Pusat Pusat, Jum’at (11/6/2021).

Lucunya dalam kegiatan Opstibmask, para pelanggar yang terjaring menjadi bahan tertawaan masyarakat umum yang melintas di lokasi. Seperti, pria keturunan Arab yang diketahui bernama Husein, ini alasannya ada-ada saja. Bahkan ketika petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), menanyakan malah dibilang ihh kepo deh. “Ana mau ke warung kelontong untuk membeli sesuatu. Ihh kepo deh pak Satpol,” ujarnya ngedumel.

Selain itu, dia juga ngeles saat ditanya tidak memakai masker. “Aduh, ana lupa nggak pakai masker karena rumah deket. “Ente mau tahu aja pak Satpol ana mau kemana kek, ihhh kepo. Sini ana nyapu sampah,” ujarnya saat terjaring Opstibmaak di kawasan Jalan Petamburan III, Tanah Abang.

Sementara itu, Tajudin Hasan Pengendali Satpol PP Kecamatan Tanah Abang didampingi Kasatpol PP Kelurahan Petamburan, Tedy Setiawan saat dihubungi mengatakan, Opstibmask di delapan titik lokasi berhasil menjaring Sebanyak 115 pelanggar diantaranya, Jalan Kebon Jati kolong Blok G, 19 pelanggar. Jalan Lontar Raya, Kebon Melati, 16 pelanggar, Jalan Palmerah Barat G hasilnya 11 pelanggar. Jalan Jembatan Tinggi Kebon Kacang 19 pelanggar. Selanjutnya, Jalan Taman Kebon Sirih dan Jalan Fachruddin Kampung Bali, 11 pelanggar. Jalan Danau Tondano Benhil 15 pelanggar. Jalan Jati Petamburan RW 05, Petamburan 13 pelanggar.

Lanjut dia menerangkan, ratusan pelanggar yang terjaring ini terdiri dari, masyarakat umum, pelajar, pedagang, Ojol, supir, ABG dan Emak-emak yang hendak ke pasar.

“Seluruh pelanggar masker suka cengar-cengir, lemes dan planga-pelongo serta malu saat terjaring Opstibmask ini langsung disanksi ditempat membersihkan sampah di Fasum secara bergantian selama 60 menit dengan mengenakan rompi pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Alasan mereka nggak pakai masker lupa, ketinggalan dan rumah dekat. Sanksi denda nihil karena para pelanggar mengaku lagi kantong kempes,” ungkap Tajudin. (Van/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *