oleh

Melaporkan Najwa Shihab ke Polisi, Sama Saja Mencoreng Wajah Jokowi

-Komunitas-688 views

POSKOTA.CO – sungguh terkejut membaca berita ada relawan pendukung Jokowi mempolisikan Najwa Shihab. Jelas keliru. Fatal!
“Kejadian wawancara kursi kosong Najwa Shihab melukai hati kami sebagai pembela presiden. Karena Menteri Terawan adalah representasi dari presiden Republik Indonesia Joko Widodo,” ujar Ketua Umum Relawan Jokowi Bersatu, Silvia Devi Soembarto, saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (6/10).

“Wah keliru fatal! ” saya mengomel sambil membaca berita di laman ‘Republika’, hari ini.
Melaporkan Najwa Shihab ke polisi akan membutnya jadi pahlawan dan mencoreng wajah Jokowi sekaligus membenarkan sinyalemen pemerintah Jokowi otoriter.

Umpan lambung itu sudah disambut oleh oposan, para pembenci Jokowi dan pihak independen di Twitter – dengan memberikan dukungan kepada Najwa Shihab. Terjadi arus balik dan dasyat. Sekarang Najwa Shihab menjadi orang yang terdzalimi.
Dalam hitungan hari, kini Najwa jadi Hero! Kemarin dia masih jadi pecundang kini dia jadi pahlawan.

Pelapor Najwa ditolak

LSM yang diongkosi pemodal asing akan mengangkat isu ini ke kancah internasinal dan dijadikan senjata untuk menekan Jokowi.
Negara mana pun yang menghukum wartawan kritis dan populer bakal dicap sebagai negara otoriter.

Terhadap gaya wawancara yang nyleneh dan berlebihan sya berpendapat cukup dikecam saja. Jadikan meme. Kemungkinannya karena dia stress dan utang sama sponsor acara karena menjanjikan bahwa yang hadir dalam acaranya level menteri. Nilai mahalnya dia di situ.

Memang ada pasal pasal di kode etik jurnalistik yang patut diduga dilanggar olehnya . Sebagai jurnalis saya menyesalkan. Karena dia intelek.

Tapi dalam konteks negara demokrasi pendapatnya layak didengar. UNTUNGLAH, laporan Tim Relawan Jokowi Bersatu ke Polda Metro Jaya, Selasa (6/10/2020) tidak diterima pihak kepolisian.

Sebab, apa yang mereka laporkan disinyalir masuk dalam ranah jurnalistik yang diatur dalam kode etik pers atau UU Pers.
Karenanya, Tim Relawan Jokowi Bersatu diminta berkoordinasi dahulu dengan Dewan Pers, sebelum membuat laporan polisi.

Menjadi relawan mestinya bukan hanya modal militan, tapi juga cerdas dan bisa berpolitik. Paham strategi dan mengolah isu. Bisa melihat arah angin. Tahu ombak. Menghadapi jurnalisme provokatif dan insinuatif ala Najwa shihab cukup gembosi saja. Itu pun kalau bisa.-supriyanto m

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *