oleh

Drawing yang Mengasyikkan

Oleh: Brigjen Pol Dr Chryshnanda Dwilaksana MSi

SEHARIAN ini saya berbincang-bincang dengan pelukis Sentot Widodo alumni ISI yogyakarta. Dalam berbagai perbincangan mengisahkan karya-karya seni lukis tidak semata-mata melukis dengan full color. Dengan bahan sederhana seperti tinta cina, spidol pun dapat menjadi suatu karya seni yang bernilai tinggi.

Sentot Widodo yang piawai dalam berbagai teknik melukis menceritakan pengalamannya dengan membuat drawing pada kanvas. Para pelukis terkenal pun seperti Albrech Durer, Rembrand, Leonardo da Vinci, Michelangelo, Van Gogh, dan lain-lain mereka juga membuat drawing yang berkualitas tinggi. Pelukis Raden Saleh, S Soedjojono, Henk Ngantung, Dullah, juga banyak membuat drawing.

Seringkali karya-karya drawing dianggap suatu karya yang belum selesai atau sekadar studi. Padahal karya drawing ini begitu luar biasa yang sejajar dengan karya lukis dengan media lainnya.

Hendro Suseno memiliki kemampuan drawing yang luar biasa termasuk juga Sentot Widodo. Karya karya drawing ini sebenarnya bisa menjadi katarsis dalam dua warna dari apa yang ada atau dengan media sederhana. Drawing juga menjadi media studi dan sebagai ruang pengungkapan yang lebih leluasa. Di dalam drawing bisa dielaborasi berbagai gaya teknik bahkan dengan kalimat kalimat yang kesemuanya ini dapat disatukan dalam satu karya.

Pelukis Affandi maupun S Sudjojono dalam membuat drawing dibubuhi berbagai keterangan dalam tulisan. Kematangan dalam membuat drawing akan membuat si pelukisnya juga dapat mengungkapkan isi jiwa pemikirannya. Misalnya dari lingkungan terdekatnya, apa yang dilihat, atau apa yang dialaminya. Bahkan dalam kehidupan sehari-hari pun dapat dilakukannya. Tentang pemikirannya, tentang kehidupan sosial atau kritik atas ketimpangan atau memplesetkan dengan gaya satir maupun parodi pun dapat dilakukan.

Drawing semakin ditekuni akan mengasyikkan kata Sentot Widodo, ia juga mengatakan bisa saja semakin mencandui. Keleluasaan dalam drawing selain dapat memerdekakan dalam berkarya, juga dapat membuat kepuasan jiwa. Tatkala memahami seni sebagai dialog antara jiwa dengan indera yang akan menggetarkan dawai rasa ini juga akan mampu menjadi penelusuran atas suatu karya drawing. Para maestro tanpa sadar drawingnya juga menjadi landasan prestasi seninya.

Drawing menunjukkan kepiawaian dalam teknis maupun penjiwaan dan pengekspresiannya. Berbagai gaya maupun peristiwa dapat ditorehkan di dalamnya. Membuat drawing dalam ekspresi jiwa sang pelukis juga dapat menjembatani atas imajinasi dan cita rasanya yang semakin lama semakin mengasyikkan.

Tentu saja akan semakin ditekuni akan dapat menjadi suatu mahakarya yang luar biasa melegenda dan mendunia. Kita dapat melihat dari drawing Leonardo da Vinci vitruvial man, dan berbagai drawing atas pemikiran cerdasnya baik teknik maupun untuk anatomi. (Penulis adalah Dirkamsel Korlantas Polri)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *