oleh

Jawab Tantangan Dunia Kerja, Binus University @Alam Sutera Buka Empat Prodi Baru Berbasis Teknologi Digital

TANGERANG – Bina Nusantara (Binus) University @Alam Sutera, Kota Tangerang membuka 4 program studi baru berbasis teknologi digital. Ke-4 prodi baru tersebut adalah Program Studi Digital Media Communication, Artificial Intelligence, Cyber Security, dan Digital Business.

Pembukaan empat prodi baru tersebut menjadi langkah strategis Binus University @Alam Sutera sebagai pelopor pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perubahan zaman sekaligus menjadi pusat kolaborasi antara teknologi, bisnis dan komunikasi digital.

“Kami ingin menjawab kebutuhan nyata industri digital yang terus berkembang pesat dalam satu decade terakhir,” ujar Prof. Dr. Lim Sanny, S.T., M.M., Campus Director Binus @Alam Sutera, di sela Stadium Generale yang digelar Kamis (24/7/2025).

BINUS University @Alam Sutera sebagai Creative Business Campus tentunya ingin mendukung pendidikan di ranah kreatif bisnis berbasis teknologi digital. Binus University @Alam Sutera juga ingin terus mengembangkan potensi dari generasi muda yang pada era transformasi digital ini tidak terlepas dari peranan dari cyber security, AI, digital business dan juga dari digital media communication. “Tentunya itu akan mendukung karir mahasiswa dan karir binusian ke depan,” tegasnya.

Terkait Prodi Digital Media Communication, Binus University menyadari bahwa media masa kini tidak lagi terkotak dalam batas-batas tradisional. Konten berkembang dalam berbagai format, tersebar di beragam platform, dan dikonsumsi oleh audiens yang semakin melek digital. “Untuk itu, Program Digital Media Communication dirancang agar mahasiswa dapat mengembangkan cara berpikir yang kritis dan inovatif sejak awal perkuliahan. Mereka diajak membangun kepekaan terhadap dinamika sosial, budaya, dan teknologi yang membentuk dunia komunikasi digital,” kata Dr. Muslikhin, S.Pd., M.I.Kom, Head of Program Digital Media Communication Binus University.

Ia menjelaskan peluncuran prodi baru di Binus University @Alam Sutera tidak hanya terjadi pada tataran nama, tetapi juga menyentuh aspek fundamental dalam desain kurikulum, metode pembelajaran, serta ekosistem kolaborasi dengan industri.

Dalam program studi Digital Media Communication, mahasiswa akan dibekali kemampuan untuk merancang, memproduksi, mendistribusikan, dan memonetisasi konten digital secara strategis dan kreatif. Kegiatan belajar tidak hanya berfokus pada pemahaman konsep, tetapi juga pada praktik nyata yang menggabungkan storytelling, produksi multimedia, manajemen media, dan strategi digital berbasis data serta teknologi Artificial Intelligence (AI).

Mahasiswa juga akan mendalami bagaimana kekuatan sebuah narasi dapat menciptakan dampak, bagaimana mengelola komunikasi secara strategis dengan pendekatan berbasis data, serta memahami ekosistem media dari perspektif bisnis, etika, dan teknologi.

Lebih lanjut ia menjelaskan program ini hadir untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dengan kesiapan lulusan perguruan tinggi. “Media digital bukan hanya persoalan tren, tetapi juga medan kompetisi yang menuntut keahlian, adaptabilitas, dan kemampuan menciptakan inovasi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Di program ini, mahasiswa akan didorong tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta solusi digital di bidang komunikasi dan media. Memiliki koneksi yang kuat ke industtri, lulusan program ini diharapkan siap untuk berkontribusi di berbagai bidang karier, termasuk sebagai kreator konten profesional, digital strategist, media planner, campaign manager, atau terjun ke dunia industri media.

Peluncuran program ini menjadi bukti nyata bahwa Binus University terus berinovasi untuk menciptakan pendidikan yang berdampak. Digital Media Communication bukan hanya program studi melainkan sebuah platform pembelajaran masa depan, tempat lahirnya pemimpin muda di industri media digital yang siap membentuk perubahan dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat global.

“Melalui program ini, kami ingin membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri media digital, baik sekarang maupun di masa depan. Dunia kreatif digital terus berkembang, dan kami percaya lulusan dari program ini akan siap berkontribusi sebagai content creator, digital strategist, media planner, atau komunikator yang mampu beradaptasi dan berpikir kreatif di tengah perubahan,” tanda Dr. Muslikhin

Prodi Artificial Intelligence dan Cyber Security

Sementara itu, Prof. Dr. Derwin Suhartono, S.Kom., MTI, Dekan School of Computer Science BINUS University mengatakan Prodi Artificial Intelligence dan Cyber Security—ke kampus Binus @Alam Sutera yang sebelumnya hanya tersedia di Binus @Kemanggisan, menjadi bagian dari upaya untuk menciptakan pemerataan talenta digital di kawasan Tangerang dan sekitarnya.

Menurutnya, di tengah pesatnya transformasi digital, kebutuhan akan talenta teknologi terus menjadi fokus utama dunia industri. Laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum menyebutkan bahwa lebih dari 86% perusahaan global menilai teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), keamanan siber, dan pemrosesan data sebagai pendorong utama perubahan.

Di Indonesia, hal ini juga tercermin dari temuan International Journal of Business Economics and Social Development, yang mencatat bahwa 68% pekerja di sektor digital melihat peluang karier mereka meningkat signifikan.

Melihat tren ini, kebutuhan akan sumber daya manusia yang adaptif, visioner, dan memiliki spesialisasi tinggi menjadi semakin mendesak. Perusahaan-perusahaan di berbagai sektor seperti keuangan, manufaktur, layanan publik, hingga industri kreatif kini menuntut solusi digital yang inovatif sekaligus aman. Dua kompetensi yang kini menjadi fondasi utama untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah Artificial Intelligence dan Cyber Security.

“Transformasi digital tidak cukup hanya bicara inovasi. Kita juga harus memastikan keamanannya dan bagaimana solusi itu bisa dipersonalisasi, cerdas, dan relevan dengan kebutuhan industri. Inilah mengapa AI dan Cyber Security menjadi dua fondasi penting teknologi untuk masa depan,” ujar Prof. Dr. Derwin Suhartono, S.Kom., MTI, Dekan School of Computer Science Binus University.

Pihaknya memastikan bahwa talenta digital Indonesia tidak hanya mengejar tren, tapi juga membentuk arah transformasi itu sendiri.

Pada program Artificial Intelligence Binus University mahasiswa dibekali dengan kompetensi teknis dan praktis yang sesuai dengan kebutuhan industry masa kini. Kurikulumnya yang berbasis AI terapan juga mengintegrasikan pemahaman teori dengan pengembangan solusi nyata melalui proyek industri, kolaborasi global, dan pemanfaatan teknologi mutakhir.

Dukungan dosen ahli, fasilitas modern, dan peluang karier lintas sektor—dari fintech, kesehatan, hingga industri kreatif—menjadikan program ini sebagai salah satu yang paling kompetitif di Indonesia.

Di sisi lain, Program Cyber Security di Binus University juga menekankan pada penguasaan ilmu komputer dan keterampilan praktis dalam membangun system pertahanan digital. Pembelajaran berbasis proyek dan kolaborasi dengan industry serta pemerintah memungkinkan mahasiswa memahami ancaman nyata di dunia maya dan mengembangkan solusi pertahanan yang tangguh.

Program ini juga melatih mahasiswa dalam hal komunikasi, kerja tim, dan manajemen waktu—mempersiapkan mereka sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan digital di era transformasi teknologi.

Sebagai bagian dari BINUS @Alam Sutera yang dikenal sebagai Creative Business Campus, kehadiran program Artificial Intelligence dan Cyber Security sangat memperkaya ekosistem pembelajaran lintas disiplin antara teknologi, bisnis, dan komunikasi kreatif. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman belajar berbasis proyek industri nyata, fasilitas modern, serta bimbingan langsung dari akademisi dan praktisi.

Prodi Digital Business

Terkait Prodi Digital Business, Prof Lim mengatakan program studi jenjang S1 ini hadir untuk membentuk generasi pemimpin bisnis yang memahami prinsip-prinsip manajemen serta mampu menerapkan teknologi mutakhir seperti AI dan analitik data untuk menciptakan solusi bisnis yang inovatif dan berkelanjutan. Terutama, untuk usaha milik keluarga (family-run business) yang sering kali menghadapi kendala dari segi keterbatasan anggaran.

Kurikulum program ini dirancang agar lulusan siap bersaing secara global, baik sebagai profesional di perusahaan multinasional maupun sebagai wirausaha digital. Dengan demikian, para mahasiswa bisa berkarier dengan usaha besutan mereka sendiri setelah lulus.

Program ini kata Natalia, M.M., Ph.D, Head of Digital Business Program di Binus @Alam Sutera merupakan kombinasi dari keahlian bisnis dan teknologi yang saat ini sangat dibutuhkan industri. “Kami membekali mahasiswa tidak hanya dengan kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan berpikir strategis dan kewirausahaan. Harapannya, lulusan Digital Business mampu menjadi agen perubahan, termasuk dalam mentransformasi bisnis keluarga ke arah digital,” ujar Natalia.

Peluncuran prodi-prodi baru ini mendapatkan apresiasi dari kalangan industri, salah satunya dari CEO Tribun Network, Dahlan Dahi. “Institusi pendidikan tinggi seperti Binus University memegang peranan strategis dalam membentuk talenta media yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki pemahaman terhadap jurnalisme, etika komunikasi, serta kemampuan membangun kepercayaan public,” jelasnya.

Menurutnya, tantangan media saat ini bukan hanya soal kecepatan menyampaikan informasi, tetapi bagaimana menyampaikan narasi yang kredibel, berdampak, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kritis dan selektif dalam mengonsumsi informasi.

Senada juga disampaikan Dr. Kevin Suryaatmaja, VP – Head of Strategic Business Transformation di Indosat, yang juga merupakan alumni Binus Business School. Dalam sesi diskusi, Dr. Kevin menekankan pentingnya memahami transformasi digital yang kini telah mengubah model bisnis secara menyeluruh, mulai dari operasional hingga layanan pelanggan.

“Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tapi tentang cara berpikir baru. Bisnis dituntut untuk lebih adaptif, cepat, dan berbasis data. Karena itu, pemahaman mendalam terhadap teknologi seperti AI dan data analytics menjadi kunci keunggulan kompetitif saat ini,” ujar Dr. Kevin.

Ia juga menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekosistem bisnis digital, namun dibutuhkan talenta yang memiliki kombinasi antara literasi digital dan pemahaman pasar.

“Generasi muda bisa menjadi motor utama dalam transformasi ini, asalkan didukung dengan pendidikan yang relevan dan pengalaman industri yang nyata,” tegasnya. (*/fs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *