oleh

Berkedok Tangani Proyek MRT, Wanita Raup Dana Korban Investor

POSKOTA.CO – Mengaku sedang menangani proyek pengadaan alat pengamanan untuk proyek pembangunan MRT,  Dian Asi Lestari berhasil mengeruk ratusan juta rupiah dengan cara mengelabuhi sejumlah korbannya.

Akibatnya wanita berusia 38 tahun kini diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yerich Sinaga mendakwa wanita warga Jalan Candi dieng B 345 RT 006/RW 011 Kelurahan Duren Jaya, Bekasi ini menipu korban dengan cara memperoleh nomor handphonenya  dari medsos.

“Perbuatan ini dilakukan terdakwa  bermula sekitar Agustus 2017 terdakwa mendapat nomor handphone dari facebook atas nama Lolita Hotmaria dan langsung dihubungi. Ketika itu terdakwa mengaku Sebagai Karyawan MRT Jakarta,” ucap jaksa,  kemarin.

Dihadapan ketua Majelis Hakim Tapanauli Marbun, Jaksa menambahkan kepada calon investornya, terdakwa mengaku
dapat pekerjaan di proyek pembangunan MRT yang tengah berjalan. Tapi karena besar biayanya, terdakwa menyatakan kekurangan modal untuk belanja peralatan pengadaan alat-alat tersebut dan mengajak kenalannya ini untuk menjadi Investor dengannya dijanjikan keuntungan sebesar 20-40 persen dari modalnya.

Menurut Jaksa  meski ternyata perbuatan terdakwa hanya tipuan belaka,  Lolita percaya saja dan bersedia berinvestasi. Dari bujuk rayu yang disampaikan terdakwa, Lolita percaya dan tertarik untuk meminjamkan dananya.

“Sejak saat itulah terdakwa terus menghubungi Lolita dengan memberikan sejumlah bukti barang yang akan diperlukan dan dana yang dibutuhkan,” ucap jaksa sambil menyebutkan pada akhirnya Lolita mentransver uang ke rekening BCA terdakwa secara sejumlah Rp50 juta.

Untuk memberikan dana sebesar itu, sebelumnya beberapa kali Lolita mentransfer dana ke rekening terdakwa dan dikembalikan lagi dengan dalih ada profitnya. Misal, untuk meyakinkannya, pada 7 Januari 2019 terdakwa mengirim dana ke rekening Lolita Rp24 juta dengan perincian Rp20 juta adalah modal dan Rp4 juta adalah profitnya.

Atas profit inilsh Lolita terpancing dan mengajak beberapa temannya ikut berinvestasi hingga terdakwa berhasil meraup dana mencapai ratusan juta rupiah. Namun keuntungan seperti yang pernah dijanjikan tidak terealisir karena proyek MRT tidak pernah ada sehingga para korban melapor ke Polda Metro Jaya.

Akibat perbuatan ini terdakwa diancam melanggar Pasal 372 dan 378 KUHP dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang(TPPU). Sementara penasehat hukum terdakwa minta pada hakim untuk penangguhan penahanan. (Ferry/bw)

 37 total views

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *