oleh

UMKM Bangkit Ditengah Pandemi Covid 19

POSKOTA. CO – Pandemi Covid 19 menjadi salah satu tantangan bagi sektor ekonomi khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Hasil survei Asian Development Bank (ADB) menyebutkan, sekitar 50 persen UMKM menutup usahanya akibat terdampak pademi Covid-19. Penutupan akibat menurunnya omset atau pendapatan. Turunnya pemasukan ini, membuat pelaku UMKM mengalami kesulitan untuk membayar bunga dan cicilan perbankan.

Kendala pelaku UMKM disikapi Pondok Inspirasi dengan mengadakan webinar sebagai salah satu wadah diskusi bagi pelaku UMKM dengan menghadirkan narasumber yang berkompoten. “Webinar bertajuk UMKM Bangkit diadakan Pondok Inspirasi sebagai wadah diskusi untuk menemukan strategi UMKM dalam menghadapi pandemi,” kata Agung Prasetyo Utomo, Founder Juara Group Minggu (20/12/2020).

Webiner yang diikuti 150 pelaku UMKM dan wirausaha muda ini, Agung Prasetyo Utomo menyampaikan kunci sukses usaha yaitu bertanggung jawab, berintegritas, tetap bekerja keras walaupun tidak ada orang yang mengawasi.

Agung yang biasa disapa Panglima Juara juga menambahkan, walau masih situasi Covid 19 dan ekonomi sedang lesu, pihaknya masih membuka peluang magang bagi lulusan muda di beberapa lini perusahaannya.

Sementara Arief Budiman, New Channel Development Group Head PTI membagi ilmu strategi menghadapi pandemi.

“Empati, adaptasi dan inovasi. Kita harus berempati kepada mereka terutama terdampak pandemi. Adaptasi bisa dimulai dengan menjalankan protokol kesehatan dengan baik kemudian adaptasi bisnis, dengen menutup pengeluaran yang tidak perlu, mengurangi investasi iklan, menganalisa peluang lain. Mengeluarkan produk yang cocok pada situasi pandemi Covid-19 seperti mengeluarkan Hand Sanitizer, Hand Wasah sekaligus mengeluarkan program sekolah reseller,” tutur Arief.

Rahmat Niwa dari konsultasi produk dan Suci Wijayanti dari Founder batik Sakira, keduanya merupakan pelaku UMKM menuturkan, kunci utama bisnis di masa pandemi ini memaksa pelaku UMKM berpindah dari offline menuju online.

Namun banyak UMKM belum memiliki akses internet dan belum sepenuhnya siap beralih ke digital.
Penggunaan smartphone dan komputer juga belum maksimal untuk dioptimalkan dalam bisnis. “Selain melek digital, saat ini UMKM perlu melek data untuk mengembangkan usahanya,”kata Kang Niwa, sapaan akrab Rahmat Niwa.

“Bisnis dimasa pandemi perlu adanya ketegasan dalam hal tujuan dan target. Kemudian dimulai dengan membuat perencanaan, membangun kualitas diri dan eksekusi rencana. Pikirkan produk yang akan kita jual, membangun jejaring, berfikir kebermanfaatan dan pemberdayaan,” kata Suci Wijayanti.

Pondok Inspirasi berharap dengan adanya acara ini, peserta memiliki strategi terbaik dalam mengembangkan bisnisnya di masa pandemi. “Pondok Inspirasi mendukung pemuda-pemuda dalam upaya mengembangkan bisnis. Pandemi menjadikan sebuah tantangan tersendiri bagi UMKM atau wirausaha muda untuk cepat beradaptasi,” ujar Sunarya, pengurus Pondok Inspirasi.

Menurut Sunarya, Pondok Inspirasi merupakan organisasi sosial pendidikan dan kepemudaan yang berdomisili di Bogor.
Saat ini sudah terdapat 200 mahasiswa dan alumni yang menjadi penerima manfaat langsung.

Selain itu Pondok Inspirasi juga mengembangkan Komunitas Inspirator Muda di 15 region di Indonesia dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 102 mahasiswa. “Pondok Inspirasi mengemban nilai-nilai ketangguhan, kreativitas, pembelajar dan menginspirasi. Kegiatan pelatihan juga didukung oleh PT Paragon Technology and Innovation,”tegas Sunarya. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *