oleh

Perempuan Indonesia Makin Berdaya Membangun Bisnis Melalui Media Sosial

POSKOTA.CO – Makin berkembangnya platform media sosial terbukti sangat mendukung kewirausahaan perempuan Indonesia dalam membangun serta menjalankan bisnisnya. Saat ini semakin tumbuh kesadaran pelaku usaha dari kalangan perempuan untuk memanfaatkan media sosial secara optimal agar usahanya terus tumbuh dan berkembang.

Hal tersebut diungkapkan RA Loretta Kartikasari, SE., M.I.Kom., MM., PhD (c), founder srikandipintar.id saat menjadi pembicara pada seminar dengan tema “Become An Exceptional Entrepreneur” pada acara pameran Jakarta International Premium Products Fair (JIPremium 2023) di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta, Kamis (14/09) lalu.

Pada kesempatan tersebut, RA Loretta Kartikasari, menjelaskan bahwa pihaknya sebagai konsultan marketing komunikasi, di antaranya menyelenggarakan pelatihan untuk menjadi pengusaha atau entrepreneur. “Penting bagi pengusaha mikro hingga pengusaha besar agar berkonsentrasi memanfaatkan digital marketing melalui sosial media untuk meningkatkan pelanggan atau konsumen dan bagaimana memberi semangat kepada pelaku usaha ini. Bagaimana peserta pelatihan menciptakan produk baru dan ide-ide baru untuk kelak menjadi entrepreneur,” papar founder marcommads.id yang akrab disapa Dya Loretta ini.

Dya Loretta menegaskan bahwa para pengusaha harus fokus dengan digital marketing dan sosial media (sosmed) marketing. “Sebelum jadi pengusaha, orang-orang sudah memanfaatkan sosmed. Ada akun ibu-ibu yang isinya curcol tapi jadi viral. Tapi, itu tidak membangun entrepreneurship. Tak ada cuan yang didapat, meski engagement-nya bagus,” papar Dya Loretta yang juga sebagai dosen di Universitas Mercubuana.

Ia juga menyebutkan, orang Indonesia paling banyak menggunakan sosmed. Bahkan di Asia, Indonesia menempati urutan nomor satu paling banyak menggunakan sosmed. Ada tiga sosmed yang paling banyak digunakan yaitu WhatsApp (WA), Instagram (IG), dan TikTok. Ketiga alat sosmed ini perlu digunakan oleh para pengusaha dari mulai mikro sampai pengusaha besar. “Sosial media harus dikelola untuk kebutuhan entrepreneurship,” ucap founder Marcommads Edulearn Centre ini.

Jadi untuk tahap pertama, kata Dya Loretta, setelah ada materi untuk dijadikan konten, ceritakan soal kedekatannya bersama keluarga. Lalu, posting ke sosmed minimal IG, buat video singkat disertai musik. Kemudian, kirim link-nya ke grup WA. “Begitu alurnya, sesimpel itu. Jangan hanya membagikan berita-berita yang lagi ramai. Kenapa tak coba kirimkan produk-produk yang dibikin atau bagikan inspirasinya. Meski soal jualan gorengan, tapi ada cerita dibalik gorengan itu. Atau, soal hubungan baik antara anggota keluarga, itu bisa meningkatkan perekenomian,” papar Business Owner Binaya Komunikasindo Grup ini.

Sementara itu, pembicara lainnya, Bambang Triharto, COO AladinMall.id MNC E-commerce menjelaskan, mengenai tantangan e-commerce business di Indonesia. “Terhitung Januari 2023, total populasi Indonesia mencapai 276 juta penduduk. Pengguna internet sejumlah 212 juta orang. Dan, 167 juta orang di anaranya pengguna aktif sosmed. Sekitar 60 persen dari penduduk Indonesia sudah bersosial media,” paparnya.

Menurut Bambang, Ketika pandemi Covid-19 banyak orang menawarkan produk melalui platform WhatsApp. Melalui aplikasi ini juga, orang bisa mencari produk, memilih produk, melalukan transaksi, pembayaran, memilih jenis pengiriman. Semua difasilitas oleh WA. “Untuk memasarkan produk banyak platform e-commerce yang dapat digunakan. Kesempatan sekarang ini sangat terbuka lebar. Tak terlalu sulit untuk memulai proses penjualan online,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, pembicara ketiga, Andi Makkulau, ST., M.I.Kom., MT, Executive Director PT. KISS Japan Indonesia, memaparkan mengenai aktivitasnya dalam menjembatani bisnis-bisnis potensial dengan berbagai klien di Jepang. “Bagaimana kami membuat suatu budaya komunikasi korporat, sebagi jembatan antara Indonesia dan Jepang. Sebagai konsultan, kami support membantu kebutuhan orang Indonesia dan Jepang, misalnya mengenai informasi pendidikan, bisnis dan sebagainya. Bersinergi membangun budaya corporate communication,” jelasnya.

Sebagai informasi, JIPremium 2023 ini menampilkan berbagai produk premium Indonesia dan Korea Selatan dan diselenggarakan mulai tanggal 14 hingga 17 September 2023. Selain menyajikan beragam produk premium dari Indonesia dan Korea Selatan, pameran ini juga menggelar berbagai acara seminar yang menghadirkan para pembicara dari berbagai latar belakang, serta mengupas berbagai topik menarik seperti tentang bisnis, ekspor, media digital dan lain sebagainya.

Pameran tersebut diselenggarakan oleh COEX, pusat konvensi dan pameran terbesar di Seoul, Korea, bersama dengan KITA (Korea International Trade Association) swerta PT Aremgo Grafindo. Pameran yang diselenggarakan rutin setiap tahun ini menghadirkan berbagai kategori produk, di antaranya Mom & Kids, Beauty & Fashion, Food & Beverage, serta Home & Arts, dan lainnya. Pengunjung dapat menjelajahi berbagai produk premium seperti makanan bayi, perawatan kulit, kosmetik, perabotan, kerajinan tangan, dan lainnya. Pameran ini ditujukan untuk menarik beragam audiens, termasuk ritel format besar, distributor, platform e-commerce, pembeli institusional, serta perempuan dan anak-anak.

JIPremium 2023 memberikan peluang yang besar bagi para exhibitor Indonesia untuk memasuki pasar internasional. Pada tahun sebelumnya, pameran ini dihadiri oleh partisipan yang terus meningkat dari exhibitor dan pengunjung. Pada tahun 2018, 2019, dan 2022, exhibitor dari berbagai negara banyak hadir dan memamerkan beragam produk premium, serta memfasilitasi berbagai peluang bisnis.

Salah satu sorotan menarik dari JIPremium 2023 adalah peringatan 50 tahun hubungan bilateral diplomatik antara Korea dan Indonesia. Tonggak sejarah ini menandakan kolaborasi yang semakin dalam antara kedua negara dan komitmen mereka untuk memperkuat hubungan ekonomi. (din)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *