POSKOTA.CO – BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID terus melakukan berbagai upaya untuk fokus pada pengembangan hilirisasi industri pertambangan di Indonesia. Targetnya Grup MIND ID dapat menjadi pemain inti di kancah global dalam ruang lingkup industri pertambangan.
Sekretaris Perusahaan BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID, Heri Yusuf mengatakan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia menjadi potensi besar bagi Grup MIND ID untuk mewujudkan Indonesia menjadi juru kunci kesuksesan hilirisasi industri pertambangan.
“Hilirisasi ini menjadi sangat penting karena ada berbagai target besar kita sebagai bangsa Indonesia bisa menjadi pemain kunci dalam hilirisasi industri pertambangan di kancah global seperti terbangunnya ekosistem kendaraan listrik juga transisi energi,” kata Heri Yusuf di Jakarta, Selasa (15/8/2023).
Menurut dia, untuk menjadi pemain utama di kancah global salah satu aspek yang harus digenjot yakni pembenahan sumber daya manusia (SDM). Dalam hal ini, SDM Grup MIND ID harus mampu menjawab kebutuhan dan tantangan global juga memastikan keberlanjutan pengelolaan sumber daya mineral untuk memberikan kontribusi maksimal bagi bangsa Indonesia.
Melihat laporan kinerja keuangan Tahun 2022, kekayaan yang dimiliki MIND ID sangat besar. Salah satunya seperti yang dicatatkan oleh Anggota Grup MIND ID PT Antam yang memiliki cadangan bijih nikel hingga 382 juta wmt. Selain itu, untuk sektor batu bara ada anggota Grup MIND ID PTBA yang memiliki cadangan batu bara mencapai 3,1 miliar ton dan sumber daya mencapai 5,9 miliar ton.
“Data-data tersebut menunjukkan betapa MIND ID memainkan peran sebagai ‘juru kunci’ bagi kesuksesan hilirisasi industri Pertambangan di negeri ini, khususnya dalam memperlancar pasokan di masa yang akan datang,” katanya.
Heri mengatakan terdapat tiga mandat utama yang diberikan pemerintah kepada Grup MIND ID yakni, pertama mengelola cadangan mineral strategis dan batu bara yang ada di Indonesia. Cadangan mineral dan batu bara yang dimiliki Indonesia sangat melimpah dan Grup MIND ID harus mampu memaksimalkan pengelolaan sumber daya mineral dan batu bara itu.
Menurut Heri, merujuk pada Produk Domestik Bruto (PDB) memberikan kontribusi hanya di kisaran tujuh sampai delapan persen saja bila hanya mengandalkan ekspor bahan mentah hasil tambang. Padahal, jika komoditas tambang tersebut diproses di dalam negeri minimal setengah jadi atau hingga tingkat end user, maka nilainya bisa naik empat sampai lima kali lipat.
“Hilirisasi sesuai dengan poin kedua dalam mandat yang diberikan pemerintah kepada MIND ID untuk memaksimalkan hasil tambang. Dengan kata lain, pemerintah menginginkan MIND ID lebih agresif melakukan hilirisasi sumber daya mineral dan batu bara untuk memberikan nilai tambah bagi Indonesia,” ucapnya.
Mandat ketiga yakni perlunya efisiensi dan efektif dalam melakukan kegiatan operasional perusahaan. Pilar ini menjadi sangat penting dalam memaksimalkan industri pertambangan agar hasil dari pengolahan bisa memberikan nilai lebih bagi bangsa Indonesia. “Untuk menjawab ketiga mandat tersebut diperlukan upaya internal dengan cara meningkatkan kapabilitas dan kompetensi individual yang cakap,” ucapnya.
MIND ID pun sudah menjalankan dua program pengembangan SDM yakni Senior Leader Development Program (SLDP) dan Emerging Leaders Development Program (ELDP) sejak 2019 lalu. SLDP memiliki tujuan mempersiapkan individu berada di posisi satu tingkat di bawah direksi semua anggota Grup MIND ID agar menjadi sosok pemimpin yang cakap.
“MIND ID dihuni banyak ahli mulai dari ahli smelter, bidang penjualan, maupun operasional tambang. Namun sebagai direksi, hanya ahli dalam satu bidang saja tentu tidak cukup. Untuk bisa menjadi direksi di anak bahkan cucu usaha MIND ID, individu harus dibekali keterampilan dan kecakapan dalam menjalankan sebuah bisnis,” ucap dia.
Grup MIND ID sudah menjalankan program kelas SLDP dengan durasi selama sembilan bulan. Peserta yang mengikuti kelas ini selain mendapatkan asupan materi terkait SLDP juga melakukan action learning project. Peserta ditempakan selama dua pekan untuk magang ke perusahaan multinasional di luar negeri untuk mempelajari bagaimana menjalankan perusahaan besar.
Program SLDP sudah membuahkan hasil, di antaranya lulusan kelas itu ada yang jadi direksi di Antam dan Timah. Beberapa lulusan SLDP pun sekarang sedang menjalankan anak dan cucu usaha Grup MIND ID. Secara wawasan mereka sudah lengkap, seperti aspek teknikal, manajerial, juga soft skill,” katanya.
Sementara program lainnya yakni ELDP yang dikhususkan bagi individu dengan latar belakang menempati posisi dua tingkat di bawah direksi. Setiap satu periode, MIND ID memberikan kesempatan bagi 25 karyawan untuk mengikuti kelas ELDP dengan tujuan meningkatkan kemampuan untuk menjadi direksi di masa yang akan datang.
“ELDP lebih banyak ditujukan kepada milenial. Tak hanya bagi mereka yang bekerja di kantor saja, tetapi juga para operator dan penanggung jawab di wilayah operasional pertambangan” terang Heri.
Program ELDP berlangsung selama satu tahun di mana para peserta diwajibkan mengikuti kelas daring untuk program pengayaan kemampuan di samping melakukan pekerjaan sesuai job description mereka saat ini. Setelahnya peserta pun akan ditempatkan di perusahaan multinasional selama tiga bulan.
“Tidak hanya dikelas tapi ada action learning project. Para peserta ELDP, selama tiga bulan di perusahaan global akan belajar bagimana menjalankan perusahaan. Ke depan kami berharap memiliki talenta yang siap untuk membawa perusahaan lebih maju kedepannya,” katanya. (*/fs)







Komentar