oleh

Kehadiran Platform SMeshub Indonesia, Sultan: Bisa Berkontribusi Bagi Pertumbuhan Ekonomi

POSKOTA.CO–Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung 2 tahun sangat memukul jutaan pelaku UMKM. Padahal UMKM ini merupakan tulang punggung ekonomi nasional. Karena itu untuk membangkitkan kembali keberadaan UMKM ini, maka perlu mempercepat transformasi bisnis melalui digitalisasi.

“Saya optimis platform SMeshub bisa menjadi solusi bagi UMKM ke depan. Bahkan bisa memberikan kontribusi yang besar untuk Indonesia,” kata Wakil Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin saat memberikan sambutan pada soft launching SMes Hub Indonesia di Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (25/3/2022) malam.

Soft launching yang dilangsungkan di Bioskop pusat perbelanjaan Grand Indonesia Jakarta ini, dihadiri Menteri ATR, Sofyan Djalil dan sejumlah duta besar dari sembilan negara sahabat seperti Dubes Seychelles. “Saya sangat bangga dengan karya inovasi platform digital anak bangsa yang menawarkan fitur-fitur bisnis yang komplit ini,” ujarnya lagi.

Lebih jauh Sultan B Najamudin yang merupakan pembina Smeshub Indonesia mengaku Smeshub Indonesia tidak hanya menjadi mitra UMKM tapi juga membantu pemerintah dalam membangun sistem ekonomi nasional yang lebih valuable dan terintegrasi dengan semangat kolaborasi. “Apalagi berdasarkan data jumlah UMKM mencapai sekitar 70 juta usaha,” ucapnya.

Namun demikian, kata Sultan, dengan pendekatan partnership, Smeshub Indonesia tentu tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, dibutuhkan pula peran Pemerintah, swasta dan masyarakat juga kampus akan menjadi penentu keberhasilan Smeshub dalam meningkatkan performa UMKM Indonesia.

Senator asal Jambi ini menegaskan sesuai permintaan Presiden Joko Widodo kepada kementerian terkait hari ini di Bali, bahwa Smeshub berkomitmen akan membantu pemerintah untuk mengawal dan memberdayakan UMKM Indonesia.

Sementara itu, CEO Smeshub Indonesia Lutpi Ginanjar mengungkapkan
Smeshub, atau Small enterprise Hub, merupakan super aplikasi digital yang secara khusus memberikan perhatian kepada kebutuhan bisnis pelaku UMKM Indonesia yang saat ini berjumlah hampir 64 juta unit.

Dengan berbagai fiturnya yang inklusif dan terintegrasi, SmesHub sepenuhnya menjadi satu-satunya platform digital on demand Indonesia yang akan mendunia di masa depan. Hal ini terbukti dengan capaiannya sebagai top 30 Platform digital Asean pada 2020 yang lalu.
“Smeshub hadir untuk memberikan solusi bagi pembangunan dan pengembangan potensi besar UMKM Indonesia yang belum sepenuhnya memiliki kapabilitas dan kepercayaan diri untuk bersaing di pasar internasional,” paparnya.

Lebih lanjut Lutpi Ginanjar menambahkan bahwa ekosistem bisnis yang berperan sebagai inkubator sekaligus instrumen supply chain bisnis ini akan memungkinkan UMKM mampu berkolaborasi. Bahkan beradaptasi dengan baik dalam struktur pasar global yang kian terbuka di era digital,” jelas lelaki asal Sukabumi.

Lebih lanjut, Lutpi menerangkan bahwa Smeshub akan menjadi mitra dan sahabat pendamping UMKM Indonesia dalam memperbaharui manajemen bisnis yang berorientasi pada pasar, khususnya pasar ekspor. Termasuk untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan UMKM, hingga negosiasi dan transaksi produk UMKM. (Yadi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.