POSKOTA.CO – Dunia kedokteran kecantikan kini telah melahirkan teknologi mengatasi dagu berlipat tanpa bedah. Lipatan dagu yang mengganggu estetika tersebut dapat dihilangkan dengan teknologi tarik benang menggunakan Gloskin Italian Double Lift.
Dokter bidang estetika, dr. Nanang Masrani, selaku Founder dan Director Gloskin Aesthetic Clinic menerangkan bahwa teknologi perawatan dengan Gloskin Italian Double Lift memberikan hasil yang sangat memuaskan.
“Italian double lift adalah perawatan wajah melalui threadlift atau tarik benang dengan teknologi ultrasound dari bahan yang diserap oleh kulit sehingga kolagen terbentuk dan kulit menjadi lebih kencang. Tindakan ini tanpa bedah, jadi lebih sederhana,” ucap dr. Nanang usai melakukan presentasi di Jakarta, Kamis (24/2/22).
Menurutnya, penelitian juga menunjukkan terjadi lipolisis atau pemecahan lemak pada area tersebut setelah pemasangan benang. Setelah perawatan hasil dapat langsung terlihat, namun akan lebih terlihat setelah 1 bulan.
Lipatan di bawah dagu akan hilang, sehingga membuat penampilan wajah tampak lebih muda. “Hasilnya bisa bertahan antara 1 dan 1,5 tahun,” jelas dr. Nanang.
Takut Resiko
Masih banyak orang awam yang merasa takut melakukan tarik benang melihat risiko yang ditimbulkan seperti bengkak dan memar. Namun dr. Nanang menyebut tarik benang dengan Gloskin Italian disebut lebih nyaman dan minimal efek samping.
“Tindakan yang kami lakukan oleh dokter ahli dengan standar aestetic medis yang tinggi sehingga setelah perawatan ini pasien bisa langsung beraktivitas kembali, Bisa ke kantor, shopping, maupun bertemu relasi,” jelas dr. Nanang.
Keampuhan Gloskin Italian Double Lift juga terbukti dengan penghargaan Best Double Chin Correction yang diperoleh dari Double Fix Pyramid Awards 2021, the strongest thread lift in the world.
“Tindakan ini aman jika dilakukan oleh ahli dan fasilitas yang memadai,” pungkasnya.
Hal itu dipaparkan Dr. Nanang sehubungan banyaknya keinginan masyarakat, terutama kaum wanita untuk melakukan koreksi terhadap dagu berlipat atau double chin.
“Sebenarnya itu merupakan lipatan kulit di bawah dagu yang disebabkan oleh berbagai faktor antara lain kegemukan, diet ketat, kulit mengendur, dan genetik. (eli/bw)







Komentar