POSKOTA.CO-Sebuah aplikasi penjualan rumah MarterDeal resmi diluncurkan. Peluncuran aplikasi digital yang berada dibawah kelola Harmony Land Group ini dilakukan bersamaan dengan pembukaan training angkatan pertama dengan materi How to Sale!
“MaterDeal merupakan sebuah inovasi perusahaan kami dalam membantu para agen property, terutama agen individual untuk memperoleh kepastian pendapatannya sekaligus memperluas jangkauan pemasarannya,” kata Fithor Muhammad, CEO Harmony Land Group di sela-sela peluncuran Masterdeal dan training di Hotel Swissbell Serpong, Minggu (24/07/2022).
Menurut Fithor, selama ini agen properti invidiual atau perseorang menghadapi persoalan pendapatan yang tidak pasti. Kalau lagi closing memang pendapatannya besar. Tetapi tidak setiap bulan dia bisa menjual produk property.
Itu sebabnya tidak semua agen perorangan menjadi berkelanjutan. Berbeda dengan agent company atau agen perusahaan. Meski seseorang tidak berhasil closing dalam satu bulan, tetapi bisa mendapatkan pendapatan atau gaji karena ditutup oleh penjualan dari agen makerting lainnya.

Fithor yang pernah menjadi agent property perorangan selama dua tahun tersebut merasakan betul bagaimana perjuangannya untuk tetap eksis. “Ini yang mendorong kami untuk meluncurkan aplikasi MasterDeal,” lanjutnya.
Menurut Fithor, agen properti perorangan ini memiliki posisi strategis dalam hal penjualan produk properti. Karena mereka memiliki akses yang sifatnya lebih personal atau individual dalam hal jual beli properti.
Karena itulah, meski tidak terikat dengan perusahaan atau developer, tetapi agen perorangan bisa membantu developer menjual produk propertinya lebih cepat dan mudah.
MasterDeal sendiri merupakan aplikasi berbayar yang hanya bisa diakses oleh para agen properti baik individual maupun company. Bedanya dengan aplikasi penjualan rumah lainnya, aplikasi ini tidak bisa dibuka oleh pembeli.
Aplikasi ini juga sekaligus mempertemukan agen rumah perorangan dari berbagai daerah dan berbagai profesi. Mereka yang senang berjualan, mereka yang tinggal di Papua, Kalimantan atau wilayah lain bisa berjualan produk properti di wilayah lain seperti Jakarta.
“Dengan MasterDeal, sekali klik bisa untuk 1000 listing. Sehingga seorang agen memiliki banyak alternative produk perumahan yang bisa ditawarkan ke konsumennya. Bisa disesuaikan dengan budget konsumen, atau lokasi yang diinginkan konsumen termasuk spek bangunan,” jelas Fithor.
Uniknya, bergabung dengan MasterDeal, seorang agen perorangan tidak perlu repot terjun ke lapangan untuk menemani calon konsumen survey rumah. Mereka juga tidak wajib tahu product knowledge-nya. “Kalau ada konsumen tertarik, seorang agen yang berada diaplikasi ini tinggal menghubungi developernya,” tambah Fithor.
Dengan bergabung pada aplikasi MasterDeal, Fithor memastikan bahwa agen properti perorangan akan memiliki kepastian pendapatan, seperti halnya agen properti perusahaan.
Fithor memastikan bahwa aplikasi ini juga bisa dimanfaatkan oleh mereka non agent tetapi memiliki kegemaran berjualan. Produk yang dijual pun tidak harus properti atau perumahan baru (dikelola pengembang), tetapi juga bisa rumah pribadi atau rumah second.
Untuk bergabung dalam aplikasi MasterDeal, seorang agen bisa mendaftarkan diri dengan membayar adminsitrasi yang berlaku seumur hidup. Seorang agent property akan mendapatkan pelatihan baik yang digelar secara online maupun offline termasuk materi-materi penting bagaimana ilmu menjual rumah dari para ahlinya dengan pendekatan consultative neuroselling.
Fithor berharap, akan banyak agen property perorangan yang bergabung dalam aplikasi ini. Targetnya sampai akhir Desember 2022 bisa merangkul 1000 agen property perorangan dan visinya pada 2024 bisa mencapai 1 juta agen.
“Sambil jalan, kita juga akan terus lakukan pembenahan, tentu dengan berbagai masukan dari lapangan,” tutup Fithor. (*/fs)







Komentar