oleh

Terucap Pesan di Tengah Permohonan Maaf Idul Fitri Kuwu Cipejeuh Kulon

POSKOTA.CO – Suasana yang berbeda kali pertama di bulan Ramadan tahun ini, di mana semua umat Islam harus berperang melawan hawa nafsu di tengah amukan pandemi virus Corona (Covid-19) yang mengancam keselamatan nyawa dan bayang ketakutan akan bahayanya virus mematikan tersebut.

Sehingga dampak dari dibatasinya pergerakan masyarakat untuk beraktivitas dalam menjalankan tuntutan guna mempertahankan kebutuhan hidup serta mengembangkan usaha di bidangnya dipaksa terhenti karena aturan/protokol dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang dianjurkan pemerintah.

Tak hanya itu, dampak dari pandemi ini ribuan pekerja/buruh lokal pun terpaksa harus dirumahkan sampai dengan pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga menimbulkan lumpuhnya perekonomian masyarakat imbas dari hilangnya mata pencaharian sehari-hari mulai dari perkotaan hingga mengakar ke daerah.

Keprihatinan ini pun disampaikan H Lili Masyuri kuwu Desa Cipejeuh Kulon, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat kepada awak media POSKOTA.co, di ruang kerjanya, Rabu (20/5/2020).

“Hari Raya Idul Fitri hanya dalam hitungan hari, di mana tuntutan masyarakat khususnya warga Cipejeuh Kulon Kecamatan Lemahabang untuk mempersiapkan menyambut hari kemenangan ini sebagian besar mengharapkan adanya uluran tangan dari pemerintah seperti apa yang dijanjikan dan disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akan menyalurkan bantuan sosial berupa uang sebesar Rp600.000 kepada warga yang terdampak Covid-19,” ujarnya.

“Namun apa yang disampaikan dan dijanjikan pemerintah lewat pernyataan Gubernur sekian lamanya, bantuan dari dana desa yang rencananya akan kami salurkan untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga kami Cipeujeuh Kulon sampai dengan saat ini belum terealisasi, yang berimbas banyaknya masyarakat yang mempertanyakan bantuan pemerintah tersebut kepada kami di Pemerintahan Desa,” ungkapnya.

Pesan saya, sambung Lili, kepada pihak pemerintah pusat dan provinsi janganlah benturkan kami sebagai pihak desa dengan masyarakat dengan janji dan penyampaian seperti itu, karena yang kami khawatirkan terjadi hal yang tidak kami inginkan di daerah.

“Kami dan Masyarakat khususnya warga Cipeujeuh Kulon kini hanya bisa pasrah akan keadaan ini, namun tak lagi berharap akan adanya bantuan tersebut entah karena lama menunggu atau mungkin kesal sehingga yang kami khawatirkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah yang dapat berimbas terhadap kami di pemerintahan desa,” imbuhnya.

Masih menurut Kuwu, dirinya berharap seraya mengajak kepada warga Cipejeuh Kulon dan masyarakat Kecamatan Lemahabang khususnya umat Islam, mumpung masih bulan Ramadan dengan Laillatur Qadar-Nya mari kita lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt seraya banyak berdoa agar pandemi ini cepat berakhir dan keadaan kembali seperti semula.

“Menjelang hari raya, saya atas nama Kuwu Desa Cipeujeuh Kulon dan keluarga beserta perangkat desa yang selama ini bertugas dalam meminimalisasi penyebaran Covid-19 mengucapkan selamat Idul Fitri 1 Syawal 1441 H, minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin kepada warga Desa Cipeujeuh Kulon bilamana selama ini ada kesalahan baik yang disengaja ataupun yang tidak disengaja serta masih ada yang kurang dalam pelayanan untuk membangun bersama-sama desa ini ke arah yang lebih baik, semoga dengan datangnya hari yang fitri ini dapat meleburkan dosa-dosa yang pernah ada dan membuka lembaran baru yang penuh keberkahan,” pungkasnya. (wahy)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *