KUNINGAN – Proyek milik Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan pada Disdik Provinsi Jawa Barat, berupa pembangunan empat ruangan kelas baru, dalam pelaksanaannya diduga tidak berbasis lingkungan. Kegiatan yang menyerap anggaran Pemprov sebesar Rp 1,4 miliar disinyalir dikerjakan oleh para pekerja yang didatangkan dari Kabupaten Garut.
Proyek itu dituding tidak menyerap tenaga kerja di sekitar lingkungan sekolah setempat dari daerah Luragung. Melalui obrolan yang berkembang di lokasi, diperoleh informasi jika para pekerja memang berasal dari luar Kabupaten Kuningan, tepatnya dari wilayah Garut.
Selain itu, di lokasi kegiatan juga terlihat beberapa jenis material yang belum terpasang, diantaranya baja ringan, serta komponen material lainnya, seperti semen dan keramik yang sebagian masih sedang dipasang pekerja.
Untuk mengonfirmasi hal tersebut, POSKOTAONLINE.COM, menghubungi mandor pekerja. Namun, pihak yang dituju sedang tidak berada di lokasi. Saat dihubungi melalui pesan chat WhatsApp (WA), mandor pekerja yang disebut-sebut bernama Ujang ini belum memberikan respon.
Guna melengkapi informasi kegiatan pembangunan yang menggunakan sumber anggaran negara ini, hanya dapat mendokumentasikan foto papan informasi kegiatan (plang proyek). Diketahui pelaksana pekerjaan dilakukan pihak PT Leviana Abadi Jaya.
Terpisah, Humas SMKN 1 Luragung, Lili Herliana dan Wakasek Sarana Prasarana, H Cucu Supriadin saat hendak ditemui tidak berada di tempat. “Saya sedang rapat uji kompetensi dan rapat PKL,” tulis Lili dalam pesan WA. (Cep/jo)







Komentar