oleh

Sekda Bogor Semingu Menjabat Sambangi Bapenda

-Daerah-40 views

POSKOTA. CO – Memasuki satu minggu menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah terus melanjutkan safari rapat kerja bersama OPD.

Kali ini, ia menyambangi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor, yang berlokasi di Jalan Pemuda, Kota Bogor. Kunjungannya ke Bapenda ini ingin memastikan Bapenda mampu mengamankan pendapatan daerah di masa Pandemi Covid-19.

Syarifah mengatakan, ini kunjungan ke instansi yang penting karena Bapenda merupakan OPD yang mengumpulkan PAD. Kondisi sebelum dan setelah Covid-19 pasti berpengaruh terhadap pendapatan mengingat sumber-sumber ekonomi sebagian besar di Kota Bogor ini banyaknya sektor jasa, seperti hotel, restoran dan wisata.

“Walaupun hotel restoran wisata terdampak Covid-19 namun penerimaan pajak daerah dari sektor PBB-P2 dan BPHTB cukup baik. Ini terlihat dari tingkat kepatuhan masyarakat dalam pembayaran dua sektor tersebut cukup tinggi,” ujar Syarifah

Syarifah menuturkan, cukup tingginya kepatuhan masyarakat membayar PBB dan BPHTB ini didasarkan atas turut diberikannya insentif berupa penghapusan denda PBB-P2 dan diberikannya diskon untuk BPHTB.

Hal ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi saat ini disamping untuk mendorong masyarakat membayar pajak.

“Bapenda juga terus berinovasi untuk kemudahan pelayanan pembayaran pajak melalui WhatsApp sehingga wajib pajak tidak perlu datang ke kantor Bapenda, dan pembayaran pajak pun bisa dilakukan di mini market dan e-commerce yang telah bekerjasama dengan Bapenda seperti bli-bli dan Bukalapak,” imbuh Syarifah.

Bapenda juga terus berupaya mencapai target pajak daerah yang memang saat ini mengalami penurunan. Hingga per September pajak daerah baru mencapai 85 persen dari target Rp 440 miliar.

“Yang jelas dari target, ada penurunan, tapi di tahun 2021 kita berharap Covid-19 sudah berlalu sehingga program lain bisa berjalan, karena ada program lain di Bapenda yang sekarang sedang disusun, seperti nanti penarikan pajak secara parsial terintegrasi data,” tuturnya.

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Bapenda Kota Bogor Deni Hendana mengatakan, di rancangan perubahan APBD ada penyesuaian target yakni pajak daerah dari Rp 415 Miliar menjadi Rp 440 Miliar, APBD dari Rp 719 menjadi Rp741 Miliar. Tentunya dengan perubahan APBD ini harus bisa diamankan agar target bisa tercapai.

“Memang ada banyak kegiatan Bapenda yang tidak bisa dilaksanakan di 2020 karena kita melakukan recofusing tapi walaupun ada recofusing target Rp 440 Miliar bisa dicapai, agar APBD perubahan bisa aman sampai Desember 2020,” kata Deni.

Deni menuturkan, pemasangan tapping box masih terus dilakukan hingga 2021 mengingat ada beberapa kendala di lapangan, yakni restoran masih belum buka. Pihaknya pun menghimbau kepada pengusaha di Kota Bogor untuk berpartisipasi dalam pemasangan tapping box. Sementara penagihan pajak masih tetap dijalankan dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Kami juga membuka layanan via WhatsApp tidak perlu datang ke Bapenda, kalau ada pertanyaan atau permohonan cukup kirim via WhatsApp untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 tanpa mengurangi pelayanan,” imbuhnya.

Deni menambahkan, terkait PBB-P2 dan BPHTB yang saat ini nilainya lebih besar dari pajak Restoran, Hotel dan Wisata bentuk respon positif masyarakat memanfaatkan kebijakan insentif pajak yang membuat Wajib Pajak memenuhi kewajibannya membayar pajak di tengah turunnya pajak dari sektor hotel, restoran dan wisata.

“Sementara leading sektor jasa, pajak hotel, restoran, wisata berkurang selama Pandemi terbantu dengan penerimaan PBB-P2 dan BPHTB, walaupun jumlahnya tetap tidak sebesar tahun lalu,” pungkas Deni. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *