POSKOTA.CO – Pembangunan jalan alternatif Subang-Sumedang yang terletak di Desa Tambak Mekar, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang dengan biaya Rp700 Juta bersumber dari angggaran APBD tahun 2021 tersebut dikerjakan asal-asalan dan tidak dikerjakan sampai tuntas.
Selain pekerjaannya asal-asalan dan tidak sesuai dengan harapan, kini muncul di lingkungan setempat bahwa perbaikan jalan tersebut dibiayai secara swadaya oleh pihak Yayasan Asy-Syifa yang lokasi perbaikan sangat dekat dengan kompleks pendidikan tersebut.
Adanya dugaan dobel anggaran tersebut dibantah oleh Kabid Jalan Dinas PUPR Kabupaten Subang Ahmad Amin. “Tidak ada bantuan dari Asy-Syifa atau swadaya masyarakat setempat, anggaran proyek tersebut bersumber APBD tahun 2021,” katanya, melalui sambungan telepon, Selasa (15/3/2022).
Pekerjaan perbaikan jalan tersebut dengan luas 4 meter, tetapi di lapangan ketika POSKOTA.CO mengecek, hanya 2 meter luas badan jalan alias setengah badan jalan dan sisanya tidak dikerjakan alias berantakan.
Ahmad Amin mengaku, biaya proyek tersebut hanya Rp200 juta. Tapi ketika didesak lagi berapa biaya perbaikan jalan sebenarnya, dia mengaku Rp700 juta. “Kita mengerjakan perbaikan jalan sesuai dengan anggaran, jumlah biayanya sekitar Rp700 juta,” akunya.
Dengan dugaan simpang-siurnya proyek Jalan Tambak Mekar yang diklaim PUPR dan Asy-Syifa juga dugaan dobel anggaran, Ahmad Amin mengatakan, silakan saja dicek kembali. “Luas ukuran sesuai badan jalan luasnya 4 meter. tetapi jika kurang dari 4 meter tolong laporkan ke saya,” katanya.
Rancananya, sejumlah elemen masyarakat di Subang dan masyarakat setempat akan melakukan aksi demo dan melaporkan kepada aparat penegak hukum terkait proyek perbaikan jalan yang dinilai asal-asalan. (*/hrn)







Komentar