oleh

LBH Pendidikan Sesalkan Bullying Hingga Tewaskan Seorang Santri di Pesantren Darularafah

POSKOTA. CO – Lagi-lagi dunia pendidikan dikejutkan oleh berita tindak kekerasan yang merengut nyawa santri di Pondok Pesantren Darularafah Raya, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kasus penganiayaan hingga menewaskan seorang santri berinsial FW (14) terjadi pada Sabtu malam, 5 Juni 2021, sekitar pukul 22.00 WIB.

Atas kejadian tersebut penyidik kepolisian menetapkan tiga tersangka, salah satunya APH (17) yang melakukan pemukulan terhadap korban hingga tewas. Para tersangka ini merupakan senior dari FW.

Direktur LBH Pendidikan, Arie Tuanggoro, menyesalkan peristiwa tersebut apalagi hingga merengut korban yang masih di bawah umur.

“Peristiwa bullying hingga menimbulkan korban jiwa di Pesantren Deli Serdang Sumut jelas sangat memprihatinkan kita semua, apalagi korban adalah santri atau anak di bawah umur yang notabene berhak memperoleh perlindungan saat menempuh pendidikan sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 9 ayat 1a UU No 35 tahun 2014 tentang Perubahan UU Perlindungan Anak,” jelasnya.

Menurut Arie, pondok pesantren sebagai bagian dari satuan pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam UU Sisdiknas No 20 tahun 2003 dan UU No 18 tahun 2019 wajib mencerminkan dakwah Islam yang rahmatan lil’alamin.

“Perbuatan bullying baik secara verbal, psikis apalagi sampai merenggut nyawa jelas dilarang dan menimbulkan konsekuensi hukum hingga pidana 15 tahun dan/atau denda 3 milyar rupiah,” tambahnya.

Disisi lain, LBH Pendidikan juga sangat mengapresiasi kerja cepat jajaran Polsek Kutalimbaru dan Polrestabes Medan dalam menyelesaikam kasus ini.

Ia berharap, agar dikemudian hari kasus-kasus serupa tidak terjadi lagi. (din/dk)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *