oleh

Titip Catatan buat Washliyah

HARI INI Selasa 1 Desember 2020, usia Aljam’iyatul Washliyah [Al Washliyah] 90 tahun satu hari. Banyak pihak menyampaikan ucapan selamat dan harapan kepada Al Washliyah c/q pengurus organisasi,  mulai dari tingkat bawah (ranting) hingga pengurus besar (PB) di Jakarta.

Dari perjalanan sejarah Al Washliyah dari zaman ke zaman, tentulah sudah banyak kisah yang ditorehkan di persada nusantara ini. Kader, anggota dan simpatisan organisasi keummatan ini tersebar di berbagai elemen masyarakat. Ada yang menjadi da’i, politisi, pendidik, wartawan, pengusaha, birokrat, TNI, Polri, diplomat, seniman bahkan pengangguran pun ada.

Singkat kata,  kader, anggota dan simpatisan Organisasi Islam Washliyah ada di mana-mana.

Melalui rubrik ini, penulis menitip catatan kepada pengambil kebijakan organisasi agar potensi yang berserakan dapat dihimpun atau dirajut berbasis ukhwah dalam satu base data. Pendataan yang sudah ada, perlu ditingkat lagi untuk mencapai kesempurnaan data.

Dengan demikian kekuatan Al Washliyah itu dapat diketahui riil berdasar verifikasi faktual secara menyeluruh di lapangan.

Ke depan bidang sekretariat organisasi Ormas Islam, termasuk Al Washliyah harus menjadi perhatian utama. Bidang ini jangan dianggap enteng karena bukan hanya mengurusi surat-menyurat, atau setempel semata, tapi tupoksinya harus konfrehensif.

Sebab lembaga sekretariat adalah kekuatan dalam suatu organisasi. Hanya saja program yang sudah dirumuskan pada muktamar kebanyakan sekadar program angan-angan.

Catatan berikut bahwa bidang sekretariat harus mampu memanfaatkan kemajuan teknologi. Seluruh potensi harus dapat terekam dalam satu aplikasi. Jumlah anggota, pengurus wilayah, daerah, cabang dan ranting semuanya harus terdata dengan rapi. Tidak bisa hanya pengakuan tapi harus dilengkapi kartu tanda anggota atau PIN tersendiri.

Tinggal klik maka akan tersaji data lengkap sesuai kebutuhan guna mendukung suatu keputusan organisasi. Kemungkinan saja hal ini sudah ada, namun perlu diberlakukan secara terpadu dan terintegrasi satu dengan yang lainnya.

Apabila base data yang sudah ada dikembangkan dan lengkap, maka organisasi yang sudah berusia 90 tahun lebih ini akan semakin kuat. Karena gerak juang program kerjanya akan dilengkapi dukungan data kuat. Karena itu organisasi ini butuh kru profesional yang ulama dan ulama yang memiliki manajerial handal.

Washliyah wajib memiliki base data terintegrasi antarpengurus pada tingkat pusat (PB) hingga pengurus tingkat bawah. Demikian juga data terkoneksi dengan organisasi bagian (Muslimat, HIMMAH, GPA, IPA, IGDA, APA, ISARAH), lembaga pendidikan (TK/RA sampai dengan Universitas/Perguruan Tinggi Al Washliyah), panti sosial dan lainnya. Setidaknya data tersebut akan membantu pelacakan alumnus perguruan Al Washliyah itu sekarang ada di mana.

Berdasar kekuatan base data, maka seorang pimpinan organisasi akan dapat mengambil kebijakan, memantau, menjalin komunikasi dengan anggota, pengurus, simpatisan, tokoh organisasi.

Yang urgen lagi menumbuhkan semangat komunikasi guna membangun kemajuan organisasi. Sekaligus base data dapat menghadang munculnya ‘pengurus dadakan’ jelang muktamar. Semoga …[syamsir-dari pinggiran].

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *