JAKARTA – Dalam upaya merunut sejarah kota Jakarta, Penjabat (Pj) Gubernur Teguh Setyabudi bersama rombongan berkunjung ke Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) di Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan. Dalam kunjungannya tersebut rombongan mendapat penjelasan gambaran tentang kota yang awalnya bernama Jayakarta.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat berbagai dokumen arsip khususnya sejarah panjang perjalanan Jakarta. Teguh mengunjungi tempat alat Video Spectral Comparator (VSC) untuk menguji keaslian arsip, Mit Folding Endurance sebagai alat uji ketahanan liputan arsip, Tear Tester Elemendorf sebagai alat uji sobek kertas, melihat proses penguatan fisik kertas pada arsip menggunakan tisu Jepang, meninjau ruang pelayanan administrasi arsip, serta menonton video dokumenter peresmian Pasar Senen tempo dulu.
“Kunjungan ini memberikan inspirasi khususnya kepada saya untuk melestarikan sejarah Jakarta yang lebih baik dan nantinya akan disajikan pada perayaan HUT ke-500 Jakarta yang diperingati pada tanggal 22 Juni 2027,” ujar Teguh didampingi Sekda DKJ Marullah Matali, Jumat (10/1).
Ia memaparkan, ANRI sukses menjaga arsip perjalanan panjang Kota Jakarta sejak masih bernama Jayakarta, Batavia, hingga saat ini. “Pemprov DKJ akan bersinergi dengan ANRI dalam rangka menyongsong lima abad Kota Jakarta dan tuan rumah perayaan Kearsipan Nasional Tahun 2025 yang akan diselenggarakan pada tanggal 18 Mei mendatang,” papar Teguh.
Teguh telah menugaskan Dinas Perpustakaan dan Arsip serta Biro Kerjasama Daerah agar intens menjalin hubungan dengan ANRI serta siap mendukung peringatan Hari Kearsipan Nasional yang akan memacu semangat masyarakat.
Plt Kepala ANRI, Imam Gunarto menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemprov DKJ yang telah mendukung berbagai perhelatan
kearsipan bertaraf nasional maupun internasional di Jakarta. “Kami berharap pada peringatan Hari Kearsipan Nasional tidak sekadar menjadi tuan rumah, tapi kolaborasi menyusun satu produk kearsipan perjalanan panjang Jakarta secara utuh hingga menyongsong kota global,” paparnya.
Imam menambahkan ANRI juga siap bersinergi meluncurkan sistem kearsipan di Jakarta yang serba modern, digital dan terkoneksi sehingga bisa menjadi percontohan daerah lain di Indonesia. “Saya rasa ini layak karena di Jakarta sekarang sudah menduduki peringkat empat nasional dengan nilai 93,11 poin dengan predikat A terkait pengarsipan,” tandasnya. (jo)







Komentar