POSKOTA. CO – Pandemi masih menjadi tantangan saat ini. Bagi kalangan pemuda, hal ini menjadi salah satu aspek penting dari sisi produktivitas selama di rumah lantaran tidak melakukan perkuliahan tatap muka.
Hal ini yang melatarbelakangi Pondok Inspirasi mengadakan webinar berseri dengan tajuk Ruang Bincang Inspirasi (RBI). “Pondok Inspirasi untuk para pemuda Indonesia. Yang terpenting dari webinar kali ini yaitu kita harus bisa memberikan aksi setelah mendengarkan berbagai kisah dari pembicara,” kata Hendro Fujiono, pembina Pondok Inspirasi Minggu (1/8/2021).
Webiner RBI yang ke-19 kali ini mengangkat topik Generasi Tangguh dan Berjiwa Sosial. Pembicara kali ini yakni, Komisaris Utama PT. Paragon Technology and Innovation Nurhayati Subakat dan Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus penemu qPCR, Karlia Meitha.
Webinar yang diadakan melalui Zoom Meeting Conference dihadiri 371 peserta dari berbagai disiplin ilmu seluruh Indonesia.

Karlia Meitha, dalam sesinya menceritakan tentang perjuangannya hingga menjadi seperti saat ini. Bagaimana perjuangan semenjak menempuh sarjana di ITB hingga menyelesaikan S3 di Australia.
“Saya salah satu lulusan ITB yang cukup susah memperoleh pekerjaan dan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke tahap selanjutnya. Saya menemukan nilai ketangguhan tersendiri dalam menjalani berbagai proses dalam hidup, hingga akhirnya saya bisa menciptakan mesin qPCR yang sangat bermanfaat di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Jika ingin bermanfaat, jangan terlalu memikirkan bagaimana cara merubah dunia. Cukup lakukan hal kecil yang bisa berdampak bagi sekitar kalian. Selain itu, jadi pemuda itu jangan baperan. Kita harus bisa bangkit. kembali. Ragamkan pergaulan, temui orang-orang yang bisa membantu keluar dari zona nyaman. Karena sejatinya semua orang itu beautiful dengan caranya masing-masing” tutur Meitha.
Mesin qPCR sendiri merupakan mesin pendeteksi virus corona yang diciptakan oleh tim dosen ITB dengan menjalankan dua proses penting secara bersamaan yaitu proses penggandaan RNA yang tersimpan dalam 16 tabung sample dengan menggunakan Teknik Thermal Cycling, juga mendeteksi RNA virus dengan Teknik elektroforesis.
Nurhayati, Komisaris Utama PT. Paragon Technology and Innovation (PTI) memberikan penjelasan lima nilai penting dalam kehidupannya dan telah ditulis dalam buku berjudul “Hidup Bermakna dengan 5 Karakter”.
Nilai 5 karakter yang dibawa yaitu ketuhanan, kepedulian, kerendahan hati (humality), ketangguhan (grit), dan inovasi. Dimana kelima karakter tersebut telah dipupuk oleh orang tuanya sejak Nurhayati kecil menginjak sekolah dasar.
“Motivasi saya mulai dari menjadi lulusan terbaik ITB hingga bisa bangkit setelah berada di titik terendah dan bisa membawa nama Paragon sejauh ini, tentunya tidak lepas dari orang-orang yang selalu berada di sekeliling saya. Karena hidup tidak hanya bercerita tentang diri kita sendiri karena banyak orang di sekitar kita yang terkadang hidupnya jauh lebih susah dibanding kita. Ini pentingnya nilai kepedulian dalam hidup kita” ujar Nurhayati sambil menambahkan, memiliki jiwa sosial itu sangat penting.
“Latihlah 5 nilai tersebut dalam kehidupan kita. Dijalani dulu, dibiasakan kemudian, hingga nantinya akan membentuk karakter tersendiri dalam diri kita. Jadilah pemuda yang selalu rajin belajar dan bisa bergaul dengan siapapun itu” pesan Nurhayati kepada peserta webinar.
Peserta webiner juga mendapatkan sesi coaching generasi tangguh versi gue dari Tanty Mantily Dewi selaku Talent Acquistion Corporate Coach and Psikolog Paragon sekaligus peluncuran buku “Titik Tangguh” karya penerima manfaat Pondok Inspirasi. (yopi/sir)







Komentar