oleh

Hujan Mengguyur Rawalumbu Kota Bekasi, Banjir Meluap Kemana-mana

HUJAN lalu banjir. Begitulah hal yang terjadi di kawasan Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi dan sekitarnya. Bila cuaca mendung berat, maka sebagian warga was-was bakal terjadi banjir melanda perumahan, khususnya di wilayah RW 032 Bojong Rawalumbu, umumnya di sekitar aliran sungai buatan yang membelah perumahan yang berdiri sekitar tahun 1990-an itu.

Melihat kondisi lahan perumahan di RW 032, secara kasat mata diperhatikan memang lebih rendah, jika dibandingkan dengan perumahan (kampung) di sekitarnya, maka otomatis curah hujan mengalir ke kawasan Perumahan Bumi Bekasi Baru. Kemudian saluran air buatan di tengah perumahan itu seakan tidak mampu menampung luapan air. Dengan demikian melimpah ke jalanan dan genangan di saluran air di lingkungan.

Dalam lima tahun terakhir ini, banjir menjadi langganan di Perumahan Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi. Penyebab utamanya karena daerah resapan air sudah tidak ada lagi. Lokasinya sudah digusur menjadi kawasan perumahan atau pembagunan rumah claster. Kemudian saluran airnya tidak dinormalisasikan, padahal jumlah rumah terus bertambah, sementara saluran air nya tidak ada perbaikan.

Kemudian penyebab lain keberadaan gorong-gorong air di jembatan kosong, wilayah Kelurahan Sepanjang Jaya-Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, juga memiliki andil besar. Luapan air dari bagian hulu tidak tertampung dan akhirnya meluap. Apalagi tersumbat sampah dan puing-puing kayu, maka akan memperlambat proses surutnya air dari kawasan hulu.

Demikian juga dampak banjir, praktis akses jalan menuju perumahan ini tersendat dan macet parah.

Sejumlah pengurus Rukun Warga (RW) yang tergabung dalam Forum RW di Kelurahan Bojong Rawalumbu, khususnya di lintasan sungai, sudah menyurati Pemkot Bekasi terkait hal normalisasi kali dan pelebaran gorong-gorong di jembatan kosong. Pemkot merespon dan menyatakan akan menindaklanjuti usulan warga sesuai dengan kemampuan anggaran. Penanganan banjir di Bojong Rawalumbu dan sekitarnya tidak dapat hanya ditangani satu instansi, tapi melibatkan banyak pihak. Sebab saluran air tersebut juga melewati bawah tol Jakarta-Cikampek dan seterusnya ke bagian hilir.

Khusus RW 032 melalui pengurusnya sudah mengajukan usulan di setiap Musrenbang, antara lain usulan pembuatan sodetan, normalisasi saluran air dan pengecoran jalan raya, namun sudah lima kali musrenbang, belum satu pun usulan teralisasi. Padahal janji-janji berseleweran, apalagi mendekati pesta demokrasi. Duh!!

Banjir di depan Kantor Sekretariat RW 032 Bojong Rawalumbu Kota Bekasi, Sabtu 19 Juni 2021.

Kondisi ini hendaknya jangan berlarur-larut, Pemkot Bekasi dan Pemerintah Pusat diminta proaktif. Jangan mengabaikan pembangunan bidang lain karena terfokus kepada penanganan Covid-19.

Bayangkan jika warga positif Covid yang tengah menjalani isolasi mandiri, namun rumahnya kebanjiran, maka imunitas tubuh yang bersangkutan kian drop akibat memikirkan rumahnya tergenang banjir.

Hujan turun mengguyur wilayah perumahan tersebut hanya beberapa jam, tapi banjirnya meluap kemana-mana, dan surutnya beberapa jam kemudian. Apalagi bila cuaca masih mendung berat, maka was-was di hati belum sirna. [syamsir/pensiunan wartawan ibukota]

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *