POSKOTA.CO-Dojo Fighter Antika Club (FAC) dalam Kejuaraan Karate Nasional Terbuka Bogor Karate Open (BKO) Serie VIII/2021 kembali meraih prestasi lewat raihan 5 medali emas, 6 perak dan 6 medali perunggu.
Dalam kejuaraan yang digelar secara virtual pada pekan lalu tersebut, atlet Azzura Zahara Harahap sukses meraih medali emas di kelas shadow kumite usia dini putri bersama 4 atlet FAC lainnya seperti wajah baru M. Azinul Haq Subkhi.
Sedang medali perak disumbang oleh kata beregu pra pemula putri yang dimotori oleh Dinda Khairunnisa, Fanny Afnan Jannati dan Chika Hainur Arisma.
Di nomor perorangan shadow kumite, medali perak disumbang antara lain oleh atlet Galih Aditya Riadie, Melvine Audisma, Kayla Arichi Isaak dan lainnya.
Sedang medali perunggu diraih antara lain oleh atlet Elena Sofhie Andrea, Muhammad Irfan Fathin, Kurrotha Alsy Rinjani.

Manager FAC, Advanand Khalia Harahap, S.Or mengatakan, mengaku cukup puas dengan perolehan hasil tersebut.
“Terutama kali ini ada wajah baru yang bisa meraih medali sebagai ujicoba untuk menghadapi kejuaraan langsung pada tahun depan,” ujar Advanand.
“Sebab beberapa atlet senior FAC sudah harus pindah membela nama kampusnya, karena mereka pada udah kuliah dan ada pula jadi TNI dan POLRI. Maka regenerasi harus bisa berjalan agar kami bisa tetap eksis mengikuti kejuaraan,” imbuhnya menjelaskan.
Sebagai dojo yang khusus membina atlet kejuaraan karate, FAC yang terletak di kawasan Taman Wanasari Indah (TWI) Wanasari Cibitung Bekasi ini telah eksis sejak 14 tahun silam dan menghasilkan puluhan gelar juara, mulai lingkup kabupaten, provinsi, nasional dan sampai internasional terbuka. Selain itu para atletnya juga banyak yang masuk perguruan tinggi negeri ternama dan perguruan tinggi swasta ternama lewat jalur prestasi, termasuk beberapa atletnya sukses menjadi anggota TNI dan Polri.
“Kami akan memberikan yang terbaik buat anak-anak dan remaja yang ingin maju menatap masa depannya, sebab generasi emas itu adalah mereka yang mampu menyeimbangkan antara prestasi akademik dan prestasi non akademik. Selain unsur spritual, mereka juga harus diimbangi dengan edukasi pembinaan mental, fisik dan daya juang. Semua harus berjalan seimbang,” urai pelatih lulusan Fakultas Olahraga UNJ ini.(ali/sir)







Komentar