POSKOTA.CO – Keberadaan program Desa devisa di Propinsi Jawa Timur sebagai salah satu bentuk nyata pemberdayaan masyarakat pendesaan terutama yang memiliki berbagai kerajinan usaha berbasis UMKM dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya optimis dan yakin kehadiran Desa Devisa yang ada di Propinsi Jawa Timur melalui ekspor yang berbasis UMKM hasil dari kerajinan akan meningkatkan kesejahteraan dan perekomian masyarakat dan pelaku usaha di pedesaan,” kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa didampingi Chesna F. Anwar Direktur Pelaksana Bidang Hubungan Kelembagaan LPEI saat meresmikan enam desa devisa di Jatim, Jumat (4/11/2022).
Adanya penambahan enam desa devisa baru tentunya Propinsi Jatim menjadi salah satu propinsi di Indonesia yang terbanyak memiliki desa devisa karena hingga tahun 2022 ini jumlah desa devisa menjadi 28 desa dengan beraneka produk kerajinan masyarakat berbasis UMKM yang di ekspor ke.liar negeri.
Menurut dia, program desa devisa ini sebagai bentuk nyata pemberdayaan masyarakat, terutama untuk ekspor yang bisa dimulai dari lini mana saja. “Tentunya ini juga meningkatkan taraf perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di desa,” ujarnya.
Ke enam.desa devisa baru ini antara lain Desa Parengan (Tenun Ikat) di Kab. Lamongan, Desa Punjung (Olahan Jahe) di Kab. Pacitan, Desa Minggirsari (Kendang Jimbe) di Kab. Blitar, Desa Ngubalan (Kerajinan Akar Jati) di Kab. Ngawi dan dua Desa Batik dan Tenun Gedog di Kab. Tuban yaitu Desa Margorejo dan Desa Kedungrejo..
“Melalui Program Desa Devisa ini, bisa kita petakan dan prioritaskan wilayah yang memiliki produk unggulan sejenis, atau produk complementer. Sehingga dapat saling memperkuat dan menguatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Chesna F. Anwar Direktur Pelaksana Bidang Hubungan Kelembagaan LPEI, mengatakan program desa devisa ini merupakan program pemerintah dalam mengembangkan UMKM hingga ke pasar ekspor dan hingga September 2022 pihaknya memberikan pelatihan 604 orang pengeraiin yang menghasilkan sekitar 50 eksportir baru.
“Propjnsi jatim merupakan propinsi di Indonesia yang memiliki desa devisa terbanyak dan dari segi Pembiayaan ekspor segmen UMKM pihaknyabtelah menyalurkan biaya ekspor Rp 5,4 triliun hingga Juni 2022,” katanya. (anton/sir)







Komentar