oleh

Delman Berkeliaran di Galur Jaya, Becak Mangkal Ditikungan, Tokoh: ‘Program 100 Hari Kerja Wali Kota Tidak Ada Gregetnya’

POSKOTA.CO – Bikin macet lalu lintas (lalin) di kawasan Galur Jaya, sejumlah angkutan tradisional delman berkuda dan becak kembali berhimpitan dengan jarak berdekatan mewarnai kemacetam di kawasan ini.

Tak pelak, kawasan yang meliputi dua wilayah antara Galur dan Kampung Rawa ini dibiarkan Pemerintah setempat semakin marak angkutan liar ini menaiki dan menurunkan penumpang tanpa memakai Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker. Ditambah lagi kotoran dan air kencing kuda ini tebar aroma menyengat.

“Seperti tidak ada pemerintah, pejabat wilayah juga pada lemes semua karena ngurusin penamganan wabah Covid-19. Bisa di lihat d I wilayah kerjanya jalanan semrawut karena angkutan delman dan becak semakin liat ditambah lagi lapak Pedagang Kaki Lima (PK5) menjorok ke bahu jalan,” keluh Kiki (39) pengguna jalan, Rabu (22/9/2021) sore.

Hal senada juga dikeluhkan pengguna jalan lainnya, “Keberadaan delman yang berkeliaran itu bikin macet jalan ditambah lagi becak mangkal ditikungan samping Pasar Gembrong,” keluhnya.

Tokoh pemuda, Basnur (53) mengaku, sudah seringkali mendengar keluhan tentang keberadaan delman berkuda yang berkeliaran maupun becak yang mangkal semaunya di samping Pasar Gembrong atau Lokasi Binaan (Lokbin) Binaan Dimas PPKKMP DKI Jakarta.

“Kesemrawutan yang dikeluhkan masyarakat pengguna jalan, semestinya tidak boleh dibiarkan oleh Pemerintah setempat. Terlebih bahu jalan itu terjadi penyempitan jalan karena keberadaan becak mangkal semaunya sehingga mengganggu kenyamanan masyarakat. Seharusnya juga program 100 hari kerja Wali Kota Jakarta Pusat bisa menyentuh malah sebaliknya tidak ada gregetnya,” tandasnya. (van)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *