oleh

Catut Nama Citylink, Tukang Rias Buka Loker Tipu Teman Sekolahnya

POSKOTA.CO – Penipuan berkedok lowongan kerja (loker) masih marak terjadi. Apalagi di masa pandemi Covid-19 yang menciptakan banyak pengangguran baru. Momentum ini tentu saja dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan dengan mencatut nama perusahaan besar untuk melakukan rekrutmen palsu.

Seperti yang dialami Andiansyah dan Neneng Mulyantiari. Tragisnya, pasangan suami-istri (pasutri) ditipu oleh teman sekolahnya, NA. Pria 28 tahun itu mengajak korban bekerja di maskapai penerbangan Citylink, Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Kapolres Bandara Seokarno-Hatta Kombes Pol Adi Ferdian Syahputra mengatakan, pihaknya telah mengamankan NA yang belakangan diketahui berprofesi sebagai perias pengantin. Dia diciduk tim Garuda pimpinan Kasat Reskrim Kompol Alexander Yurikho di Wisma Garuda, Jalan Duri Kosambi 28D, Jakarta Barat, pada Kamis (4/2/2021).

“Karena hasil pemeriksaan rapid test antigen terkonfirmasi positif Covid-19, pelaku kini di isolasi di RS Polri Soekanto Kramat Jati, Jakarta Timur,” kata Adi di Mapolres Bandara Soetta, Senin (8/2/2021).

Akibat ulah jahatnya, polisi kemudian menjerat NA dengan Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP. Pria asal Sukabumi, Jawa Barat ini terancam mendekam di penjara selama empat tahun.

Sementara itu, Kasat Reskrim Kompol Alexander Yurikho menambahkan, aksi tipu-tipu perias pengantin ini terjadi pada November 2020. Dalam pertemuan itu, pelaku mengajak korban dan suaminya untuk bekerja sebagai petugas counter check-in di maskapai penerbangan.

“Modusnya dia minta uang agar diterima. Uang diminta secara bertahap dengan total Rp34.637.700 untuk keperluan biaya masuk kerja, seragam kerja dan training kerja pada pertengahan Desember 2020,” ungkapnya.

Untuk mengelabui korbannya, NA memanfaatkan situasi pandemi Covid-19. Pelaku akhirnya ‘mempekerjakan’ pasutri secara daring dengan alasan bahwa kantor tengah menerapkan work from home (WFH).

“Keduanya dimasukkan ke dalam sebuah grup oleh pelaku untuk koordinasi, absensi dan lainnya,” beber mantan Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan ini.

Korban tipu muslihat tak hanya Neneng dan suaminya. Ada empat orang yang menjadi korban penipuan dengan modus serupa usai polisi melongok grup WhatsApp yang dibuat oleh pelaku.

“Itu dibuktikan dengan mereka tergabung dalam grup WA. Di mana dibuatkan oleh pelaku sesosok bernama saudara. Yang diceritakan oleh pelaku kepada korban bahwa C adalah salah satu manajer,” terang Alexander.

“Dituliskan absensi pagi, siang, malam. Termasuk shareloc dan ID, kode ID. Kode ID oleh pelaku dibuat sekarang-karangnya. C, salah satu manajer, itu orangnya tidak ada, rekaan dari pelaku saja,” sambungnya.

Pasutri ini lalu sadar jika telah ditipu oleh NA. Korban kemudian melaporkan teman sekolah suaminya ke Polres Bandara Seokarno-Hatta pada 11 Januari 2021. Dari aksi tipu-tipunya itu, NA memperoleh keuntungan sebesar ratusan juta rupiah.

“Keuntungan yang diperoleh pelaku telah habis digunakan untuk beli handphone dan bayar kos serta foya-foya,” tutur Alexander menandaskan. (imam)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *