oleh

Anggota DPRD Jabar Kutuk Aksi Biadab Kelompok Teroris di Sulteng

POSKOTA.CO – Anggota DPRD Propinsi Jawa Barat, Rudy Harsa Tanaya dan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata mengutuk keras aksi biadab yang dilakukan kelompok teroris yang membunuh satu keluarga di Dusun Lepanu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Pernyataan mengecam aksi tidak berperikemanusiaan ini disampaikan Rudy Harsa Tanaya saat melakukan soaialisasi empat pilar di Gedung Wanita, Jalan A Yani, Kota Bogor Selasa (1/12/2020).

Menurut wakil rakyat Dapil VII Kota Bogor dari PDI Perjuangan ini, kebiadaban yang tidak berperikemanusiaan itu, telah merusak sendi Pancasila.

“Pancasila sebagai landasan hidup berbangsa, maka seharusnya aksi tersebut tidak perlu terjadi. Ini menjadi perhatian Pemda setempat. Kedepan, harus lebih masif lagi kerukunan agar hal ini tidak terulang. Kalau Pancasila di jalankan dengan baik dan benar, saya yakin persatuan akan terjaga. Saya mengutuk aksi di Sigi,”kata RHT, sapaan akrab Rudy Harsa Tanaya.

RHT juga berharap, melalui sosialisasi empar pilar ini, semakin menguatkan rasa nasionalisme dan persatuan generasi muda Bogor. Aksi sadis diperkirakan berjumlah 10 orang dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora ada yang membawa senjata laras panjang dan pistol ini juga di kecam Dadang Iskandar Danubrata.

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor ini mengatakan, tindakan teroris ini sangat biadad. Untuk itu, dirinya selaku wakil rakyat sangat mengutuk aksi tersebut.

Dadang yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor kepada wartawan sangat mendukung langkah Presiden Jokowi yang meminta TNI dan Polri untuk menangkap para pelaku.

“Saya dan seluruh kader banteng Kota Bogor berdukacita. Saya mendukung langkah presiden. Masyarakat, saya minta jangan terprovokasi,”kata DID, sapaan akrab Dadang.

Ada lima orang saksi yang saat kejadian melihat peristiwa berdarah ini dalam keterangannya ke polisi menuturkan, pelaku kurang lebih 10 orang. Tiga orang membawa senjata laras panjang dan dua senpi genggam. Saksi juga mengenal tiga pelaku adalah DPO teroris MIT. “Tiga pelaku adalah terduga teroris kelompok Ali Ahmad alias Ali Kalora,” ujar Brigjen Awi.

Tindak lanjut dari perintah Presiden Jokowi, Satgas Tinombala TNI-Polri melakukan perburuan terhadap kelompok Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Ali Kalora pasca pembunuhan satu keluarga di Sigi, Sulawesi Tengah yang terjadi pada Jumat (27/11/2020).

Diberitakan sebelumnya, satu keluarga yang terdiri atas empat orang di Dusun Lepanu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dibunuh Kelompok Mujahidin Indonesia Timur sekitar pukul 09.00 Wita.

Keempat korban yang dibunuh Kelompok Mujahidin Indonesia Timur, yakni Yasa alias Yata sebagai kepala rumah tangga, Pinu, Nata alias Papa Jana alias Naka dan Pedi. Ney istri Yata lolos dari aksi biadab ini. Saat itu, Ney bersama suaminya Yana sedang sarapan pagi.

Selain membunuh korban, pelaku juga membakar korban lain dan membakar rumah serta merampas logistik berupa beras dan bahan makanan lainnya. (yopi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *