oleh

HUT ke-81 Korps Marinir: 7.905 Personel Gabungan Gelar Aksi Sosial Masif dari Sabang sampai Merauke

JAKARTA – Di balik ketegasan menjaga kedaulatan negara dan benteng pertahanan Ibu Kota, Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) menunjukkan sisi humanisnya yang membakar semangat kebersamaan. Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Korps Marinir Tahun 2026, Korps Baret Ungu menggelar aksi kemanusiaan berskala masif secara serentak di seluruh penjuru Nusantara, dari Sabang sampai Merauke.

​Mengusung tema “Korps Marinir TNI AL Kuat Bersama Rakyat, untuk Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, aksi akbar yang dihelat pada Selasa (3/11/2026) ini dipimpin langsung oleh Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 7.905 personel gabungan yang melibatkan prajurit TNI-Polri, unsur pemerintah daerah, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat, turun tangan bahu-membahu membersihkan Bumi Pertiwi.

​Di sela-sela aksi teritorial tersebut, Korps Marinir menegaskan kesiapan operasionalnya dalam mengawal keamanan wilayah penyangga Ibu Kota. Peresmian batalyon-batalyon baru di bawah jajaran Brigif 6 Marinir –seperti di Tangerang dan Karawang– kini telah tuntas diintegrasikan untuk memperkuat sektor pertahanan udara, artileri, dan infanteri.

​”Tentu penugasan ini untuk pengamanan Ibu Kota, penempatannya di luar wilayah Ibu Kota seperti di Karawang dan Tangerang,” tegas Komandan Brigif 6 Kolonel Ernes Arden saat sesi doorstop bersama awak media di Mako Marinir Cilandak, Jaksel, Selasa (3/11/2026).

​Meski memperketat sektor pengamanan strategis, Korps Marinir memastikan bahwa doktrin prajuritnya tetap berakar pada kerakyatan. Kehadiran Marinir di tengah masyarakat tidak pernah bergeser dari sifat humanis dan menyatu dengan rakyat, tanpa mengorbankan kualitas profesionalisme tempur.

​Gelombang aksi sosial hari ini berfokus pada empat titik nadi utama; pembersihan pantai, pembersihan sungai/kali, pembersihan lingkungan fasilitas umum, serta bakti kesehatan donor darah. Berdasarkan data resmi, kekuatan disebar merata:

  • ​Pembersihan pantai: 3.772 personel.
  • ​Pembersihan sungai/kali: 650 personel.
  • ​Pembersihan lingkungan dan fasilitas umum: 1.691 personel.
  • Baksos donor darah dan bakti kesehatan: 1.792 personel.

​Di wilayah Jakarta dan sekitarnya (Pasmar 1), aksi dipusatkan di Pantai Marunda Kepuh, Pantai Tanjung Pasir, Sungai Bekasi, Kali Krukut, hingga pembersihan rumah ibadah. Sementara itu, khusus untuk aksi donor darah serentak nasional, Korps Marinir mematok target ambisius lebih dari 5.000 kantong darah guna membantu ketersediaan stok PMI. Di Jakarta sendiri, sebanyak 511 pendonor dari kalangan prajurit dan warga sekitar Kesatrian Cilandak antusias ambil bagian.

​Ada yang istimewa dalam bakti kesehatan kali ini. Rumah Sakit Marinir Cilandak (RSMC) tampil sigap dengan mengerahkan unit pengolahan darah mandiri yang dikelola langsung oleh tim medis internalnya. Memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.000 kantong darah per bulan dan telah berjalan selama setahun terakhir, fasilitas ini disiagakan penuh untuk mengantisipasi keadaan darurat maupun bencana alam.

​Komandan Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) Marinir Cilandak Kolonel Laut (K) drg. Muh. Arifin, Sp.Ort., M.Tr.Opsla., menegaskan, kesiapan fasilitas kesehatannya dalam mendukung misi kemanusiaan. “Unit pengolahan darah Rumkital Marinir Cilandak siap untuk membantu kesulitan masyarakat di sekitarnya, terutama dalam hal distribusi untuk transfusi darah dan kegiatan kemanusiaan,” ungkap Kolonel Laut (K) drg. Muh. Arifin.

​Keberhasilan aksi serentak ini tidak lepas dari soliditas koordinasi lintas matra yang melibatkan unsur TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, hingga instansi daerah di berbagai titik teritorial komando pelaksana (Kopla). Mulai dari Pasmar 1 di Jakarta, Pasmar 2 di Surabaya, Pasmar 3 di Sorong, hingga jajaran Brigif dan Lanmar di berbagai wilayah Nusantara, sinergi bersama masyarakat membuktikan bahwa kekuatan militer tidak hanya diukur dari alutsista, tetapi juga dari seberapa besar kontribusi nyata yang diberikan bagi kesejahteraan rakyat.

​Lebih jauh, penempatan batalyon baru di wilayah penyangga Ibu Kota juga dirancang secara terintegrasi dengan pengerahan satuan artileri, pertahanan udara, dan infanteri, guna memastikan stabilitas keamanan nasional tetap terjaga secara komprehensif. Hal ini merefleksikan transformasi modern Korps Marinir yang adaptif, tanggap darurat, sekaligus humanis dalam menjawab setiap dinamika tantangan zaman.

​Melalui Dinas Penerangan Korps Marinir (Dispen Kormar) Kolonel Marinir Rana Karyana, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., CHRMP., menyimpulkan bahwa seluruh rangkaian kerja nyata ini merupakan wujud dedikasi tanpa henti prajurit baret ungu untuk rakyat. Dari parit kota hingga pesisir Nusantara, dari pengamanan strategis Ibu Kota hingga tetesan darah kemanusiaan untuk sesama, Korps Marinir membuktikan bahwa ketangguhan militer sejati selalu berjalan seirama dengan ketulusan mengabdi kepada rakyat. (*/aga)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *